Sumpah yang Dimudahkan - FloresPos Net - Page 3

Sumpah yang Dimudahkan

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di ruang publik, di kafe, di presentasi kerja, kita lebih bangga menyelipkan bahasa Inggris yang patah-patah daripada menggunakan bahasa Indonesia yang utuh. Kita mengaku satu bahasa, tetapi kita menciptakan kasta bahasa.

Jika pemuda 1928 melawan penjajah yang jelas dengan senjata, pemuda hari ini melawan penjajah yang tak kasat mata. Ada tiga penjajah baru: hoaks yang menjajah pikiran dan membuat kita curiga pada saudara sendiri, budaya instan dan flexing yang menjajah mental dan membuat kita ingin terkenal tanpa karya, serta individualisme ekstrem yang menjajah sosial dan mengikis gotong royong.

Baca Juga :  Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Kita tidak bisa menolak globalisasi. Menolak globalisasi sama dengan menolak masa depan. Yang harus kita lakukan adalah merebut kembali makna sumpah.

Jadikan sumpah sebagai literasi digital. Satu Nusa berarti kita harus cerdas melawan algoritma pemecah. Jadikan sumpah sebagai etika. Satu Bangsa harus diterjemahkan menjadi etika bermedia sosial: berani berbeda tanpa membenci.

Dan jadikan sumpah sebagai kebanggaan karya. Satu Bahasa harus dihidupkan bukan dengan paksaan, tetapi dengan karya. Buatlah konten terbaik dunia dengan bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Pancasila sebagai 'Kalimatun Sawa' di Tengah Tantangan Zaman

Sumpah Pemuda bukan upacara tahunan. Ia adalah cermin untuk bertanya: jika pemuda 1928 hadir hari ini, apakah mereka akan bangga? Ataukah mereka akan bertanya, “Mengapa kalian yang memiliki semua kemudahan, justru lebih mudah bertengkar daripada kami yang memiliki semua kesulitan?”

Pemuda 1928 bersumpah dalam keterbatasan untuk menciptakan kemudahan bagi kita. Tugas kita hari ini bukan lagi bersumpah, tetapi menjaga agar kemudahan itu tidak merusak sumpah.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Berita Terbaru