Sumpah yang Dimudahkan - FloresPos Net - Page 2

Sumpah yang Dimudahkan

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun di sinilah letak kritiknya. Kemudahan itu telah membuat sumpah menjadi murah.

Ironi pertama adalah Satu Nusa yang terkotak-kotak oleh algoritma. Kita secara fisik terhubung, tetapi secara mental terpecah.

Algoritma media sosial tidak dirancang untuk menyatukan, ia dirancang untuk memecah kita ke dalam echo chamber. Kita hanya berteman dengan yang sepemikiran.

Akibatnya, kita merasa paling Indonesia di dalam gelembung kita, tetapi memusuhi Indonesia yang lain di luar gelembung. Kita satu nusa secara peta, tetapi berpulau-pulau secara pikiran.

Baca Juga :  Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

Ironi kedua adalah Satu Bangsa yang mudah saling menghakimi. Di era ini identitas bangsa diuji bukan oleh penjajah asing, tapi oleh sesama anak bangsa.

Kita begitu mudah mengibarkan bendera saat timnas menang, tetapi begitu mudah juga mengibarkan kebencian saat beda pilihan politik. Sumpah “Satu Bangsa” kita ucapkan dengan lantang di upacara, tetapi kita langgar dengan ringan di kolom komentar.

Baca Juga :  Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Ironi ketiga adalah Satu Bahasa yang terasing di rumah sendiri. Bahasa Indonesia dipuja di luar negeri sebagai bahasa yang indah, tetapi di dalam negeri seringkali dipermalukan oleh penuturnya sendiri.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:41 WITA