BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan - FloresPos Net

BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

PENDIDIKAN pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, terutama di saat keadaan sedang paling rentan.

Pasca-Gempa Flores pada Agustus 2026, ketika debu bencana masih menyisakan duka dan ketidakpastian, dunia pendidikan di Kabupaten Sikka memilih untuk tetap berdiri tegak.

Bukti nyata dari ketangguhan ini ditorehkan oleh empat pelajar SMAN 2 Maumere yang berhasil lolos seleksi Festival Sains Nasional (FSN) 2026 di Bandung, Jawa Barat. Pencapaian ini merupakan manifestasi konkret dari harapan yang tumbuh subur di tengah keterbatasan.

Baca Juga :  Mauponggo, Kesiapsiagaan dan Respon Kemanusiaan

Keempat pelajar tersebut, Maria Viddi Febriyanti (Kebumian), Apriliani Ernesta Kurnyati (Kimia), Maria Nona Letty (Fisika), dan Petrusciano Leonardo Kirchberger (Geografi), memilih bidang ilmu yang sangat relevan dengan konteks lingkungan mereka. Mempelajari bumi, unsur kimia, hukum fisika, dan bentang alam pasca-bencana adalah bentuk pendalaman eksistensial.

Dalam perspektif ini, sains tidak lagi dipandang sebagai deretan rumus hafalan yang kering, melainkan menjadi alat untuk memahami, memulihkan, dan membangun kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam yang baru saja bergolak.

Baca Juga :  BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’

Peran pendidik dalam narasi ini sangatlah sentral dan menentukan. Keputusan Kepala SMAN 2 Maumere, Petrus Yakobus Sorowea, untuk memfokuskan bimbingan pada sembilan siswa terpilih menunjukkan esensi dari pedagogi yang berkualitas.

Pendidikan yang transformatif tidak diukur dari kuantitas peserta yang didaftarkan, melainkan dari intensitas pendampingan dan pengakuan akan potensi unik setiap individu.

Berita Terkait

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang
BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis
BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’
BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah
BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan
BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing
BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir
BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:29 WITA

BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WITA

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WITA

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:29 WITA

BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:41 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:29 WITA