Tanpa konektivitas jalan yang memadai, program-program prioritas ini berisiko terhambat di daerah-daerah terpencil (remote area).
Oleh karena itu, setelah jaringan jalan fisik terbangun dengan baik, pembenahan sistem transportasi umum perdesaan harus segera menyertainya.
Penutup
Ke depan, komitmen untuk membenahi jalan daerah harus dipastikan menjangkau wilayah terdepan dan terisolasi, bukan berhenti pada kemegahan fisik di pusat-pusat pertumbuhan saja.
Jalan perdesaan yang mulus dan terintegrasi di kawasan perbatasan serta daerah 3T merupakan kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, menjamin kelancaran layanan publik, dan memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dari arus pembangunan. *
Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Editor : Wall Abulat










