Keempat, stimulus ekonomi lokal dan pembuat lapangan kerja
Membuka potensi investasi daerah baru, memperluas pasar UMKM lokal, serta merangsang tumbuhnya titik-titik kegiatan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan.
Kelima, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan
Reduksi angka kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan, serta memberikan jaminan kenyamanan pergerakan barang dan orang sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan.
Keenam, penguatan interkoneksi sistem transportasi
Mengintegrasikan jaringan jalan pengumpul (feeder) dengan jalan nasional atau koridor transportasi massal regional secara lebih optimal.
Sasaran daerah 3TP
Meskipun demikian, arah pembangunan jalan daerah melalui APBN perlu dievaluasi agar lebih responsif terhadap kawasan perbatasan, seperti di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTT, Papua, dan Papua Selatan.
Pembangunan di wilayah perbatasan tidak boleh berhenti pada kemegahan fisik Pos Lintas Batas Negara (PLBN) semata, melainkan harus menyentuh jalan-jalan pemukiman di sekitarnya.
Jika dibandingkan dengan kawasan Sarawak dan Sabah (Malaysia), jalan-jalan desa mereka umumnya telah terkonstruksi dengan baik dan minim jalur tanah berlubang, meskipun bangunan pos perbatasannya relatif sederhana karena lebih mengedepankan fungsi pelayanan.
Keberadaan akses jalan yang mulus di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) juga menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran distribusi program-program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan konektivitas logistik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










