Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan - FloresPos Net - Page 2

Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pejabat yang mengunjungi korban bencana tanpa ‘passion kemanusiaan sejati’ melakukan bentuk lain dari banalitas ini. Mereka hadir secara fisik. Namun, mereka absen secara etis.

Passion kemanusiaan berbeda dengan kewajiban protokoler. Passion kemanusiaan adalah api yang menyala di dalam dada. Passion ini mendorong seseorang bertindak melampaui panggilan tugas.

Passion ini membuat seseorang rela meninggalkan zona nyaman. Passion ini tidak bertanya tentang timing politik. Passion ini merespons penderitaan sesama sebagai panggilan eksistensial.

Aristoteles pernah berbicara tentang kebajikan (virtue). Kebajikan tidak sebatas melakukan tindakan benar. Kebajikan adalah ‘melakukan tindakan benar dengan motivasi yang benar.’

Membantu korban bencana dengan motif pencitraan kehilangan nilai kebajatiannya. Tindakan itu mungkin benar secara eksternal. Namun, ia kosong secara moral. Ia kehilangan esensi kemanusiaannya.

Baca Juga :  Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembali Ceria Belajar

Di titik ini, pentingnya memunculkan niat baik (good will). Suatu tindakan bernilai moral jika lahir dari niat baik. Niat baik adalah niat yang dilakukan demi kewajiban moral itu sendiri. Bukan demi konsekuensi yang menguntungkan.

Pejabat yang mengunjungi korban bencana untuk mendongkrak popularitas melanggar prinsip yang pernah digagaskan Emmanuel Kant ini. Mereka menggunakan manusia sebagai sarana, bukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri.

Agar hal itu tidak diperparah, terutama nian di situasi bencana gempa Flores ini, kita memerlukan transformasi paradigma. Transformasi dari politik transaksional menuju etika kepedulian. Transformasi dari kalkulasi kekuasaan menuju passion kemanusiaan. Transformasi dari pencitraan permukaan menuju kehadiran autentik.

Baca Juga :  Hari Filsafat Sedunia (Catatan Tentang Kebajikan yang Cerdas)

Kita butuh kehadiran yang otentik. Kehadiran ini bukan drama. Dunia tidak sedang memerlukan sandiwara bertopeng politik. Kehadiran otentik menolak prinsip ‘do ut des’, saya memberi agar kamu memberi.

Hubungan semacam itu meracuni esensi kemanusiaan. Memberi perhatian yang otentik berarti hadir tanpa ‘bumbu relasi kuasa politik’. Kehadiran seperti ini lahir dari ruang batin yang jernih. Ia mengalir deras bagai mata air yang tak pernah kering. Ia tidak menghitung untung rugi. Ia hanya tahu bahwa ada sesama yang menderita dan perlu dipeluk dengan kasih.

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA