Peralihan ke sepeda tak hanya efektif menekan polusi udara (PM 2.5 dan CO2), tetapi juga mendorong masyarakat untuk hidup lebih aktif dan sehat.
Keselamatan pesepeda sangat terancam jika tidak ada jalur khusus yang terpisah. Di tengah jalan raya, pesepeda berada di posisi paling lemah dan rawan menjadi korban saat berkonflik dengan kendaraan bermotor yang melaju kencang.
Ada beberapa alasan utama mengapa keberadaan jalur sepeda sering dinilai kurang efektif. Pertama, desainnya cenderung terfragmentasi dan hanya mengandalkan cat jalan (paint-only lanes) tanpa pemisah fisik, sehingga jalurnya terputus-putus dan rawan diserobot.
Kedua, faktor iklim tropis dan topografi lokal menuntut adanya fasilitas pendukung, seperti area berteduh, ruang bilas, hingga integrasi armada transit, agar warga mau menjadikannya transportasi harian.
Terakhir, lemahnya penegakan hukum memicu maraknya okupasi ruang oleh kendaraan bermotor, baik untuk parkir liar maupun jalur pintas saat lalu lintas macet
Usulan
Penerapan elevasi khusus (raised bike lanes) dapat menjadi solusi fisik yang efektif.
Dengan meletakkan posisi jalur sepeda sedikit lebih tinggi dari permukaan jalan raya atau menyatu dengan trotoar lebar (shared path), potensi penyerobotan oleh pengendara sepeda motor dapat dicegah secara signifikan.
Pepohonan mulai ditanam sebagai peneduh ketika pesepeda melintas.
Di samping penyediaan infrastruktur jalan, dukungan fasilitas dan pengembangan budaya bersepeda juga sangat penting.
Pengelola gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan perlu diajak untuk menyediakan parkir khusus sepeda yang memadai, lengkap dengan loker dan fasilitas bilas.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










