Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda - FloresPos Net

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Jacques Étienne Victor Arago merupakan seorang penulis, seniman, pengembara, dan penjelajah asal Prancis yang menulis buku A Narrative of a Voyage Round the World yang menceritakan satu bab penuh tentang Usi Don Louis Nope Raja Amanuban.

Pina Ope Nope, Sekertaris Perkumpulan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban yang juga merupakan keturunan Raja Amanuban mengatakan tulisan dalam buku tersebut merupakan fakta tentang perjuangan Raja Amanuban.

“Buku tersebut menjadi bukti sejarah mengenai perjuangan Raja Amanuban dalam menentang penjajah Belanda di Pulau Timor,” sebut Pina Ope Nope, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga :  History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1

Pina menjelaskan, Jacques Étienne Victor Arago adalah seorang penulis, seniman, pengembara, dan penjelajah asal Prancis yang lahir pada tahun 1790 dan wafat pada tahun 1855.

Ia dikenal sebagai ilustrator dan pencatat perjalanan ilmiah dalam ekspedisi keliling dunia yang dipimpin oleh Louis de Freycinet pada tahun 1817–1820.

Pina menjelaskan, selama pelayaran tersebut, Arago mendokumentasikan berbagai tempat, masyarakat, adat istiadat, serta kehidupan di kawasan Pasifik, Asia, dan wilayah Nusantara melalui catatan dan ilustrasi yang dibuat berdasarkan pengamatannya.

“Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah A Narrative of a Voyage Round the World, yang merupakan terjemahan bahasa Inggris dari catatan perjalanannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rehabilitasi Terumbu Karang Teluk Maumere, Ararat Coral Gardener Lakukan Penanaman 1.200 Fragmen Karang

Pina mengakui, buku ini memuat deskripsi mengenai kondisi geografis, budaya, masyarakat, serta pengalaman pribadi Arago selama mengikuti ekspedisi keliling dunia.

Karya tersebut menjadi salah satu sumber penting bagi para sejarawan karena memberikan gambaran mengenai berbagai wilayah di Asia Tenggara dan Pasifik pada awal abad ke-19, termasuk beberapa catatan tentang Pulau Timor dan masyarakatnya.

“Sebagai seorang saksi mata dalam ekspedisi ilmiah tersebut, tulisan-tulisan Arago memiliki nilai historis yang tinggi,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako
Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana
Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera
Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian
Tim SAR Gabungan Evakuasi WNA Cina yang Terjatuh Saat Pendakian di Pulau Padar
Rapat Cepat dengan Bupati Ngada, Kepala BNPB Sampaikan 17 Point Penting
Tim SAR Gabungan Terus Evakuasi Korban Gempa M 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:19 WITA

Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WITA

Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:56 WITA

Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:59 WITA