Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda - FloresPos Net - Page 4

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karena orang Melayu percaya, sesuai takhayul kuno, bahwa penyakit tidak pernah terjadi kecuali atas perintah para dewa, mereka menganggap sebagai kewajiban untuk tidak berperang apabila pemimpin mereka tertahan oleh sebab semacam itu.

Keyakinan ini, yang sangat menguntungkan pihak Louis, telah menyebabkan banyak pembelotan di antara pasukan Denka.

Seandainya dua peristiwa serupa lagi terjadi, Louis hanya akan menyesali hilangnya kesempatan memperoleh kemasyhuran.

Inggris melancarkan dua ekspedisi melawan Raja Louis: yang pertama pada tahun 1815 dan yang kedua pada tahun 1816, tetapi keduanya gagal menaklukkannya.

Baca Juga :  Festival Nagekeo One Be 2025, Bangkitkan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Ia bertubuh tinggi, cepat, dan penuh semangat. Keberaniannya besar namun terkendali. Rencana-rencananya berani tetapi tidak sembrono. Ia menghargai jasa dan menghukum ketidaktaatan.

Barangkali satu-satunya kekurangan dari kemasyhuran orang yang luar biasa ini adalah seorang sejarawan yang mencatat segala pencapaiannya.

Sulit untuk dibayangkan bagaimana kepercayaan yang begitu besar dan keberhasilan-keberhasilan yang begitu mencolok dapat diperoleh dengan sumber daya yang begitu terbatas.

Catatan Dari Kapten Kapal Prancis Lois de Freycinet

Dalam bukunya berjudul “Voyage autour du monde” (Paris: Pillet Ainé, 1825), rekan seperjalanan Jacques Arago menambahkan mengenai kunjungan ekspedisi Prancis Lois de Freycinet ke Kupang pada Oktober 1818).

Baca Juga :  Pacuan Kuda Piala Bupati Nagekeo 2025, Simplisius: Upaya Dorong Pengembangan UMKM

“Perang yang dilancarkan Belanda terhadap penguasa Amanoubang mengharuskan didirikannya sebuah kamp militer yang cukup besar di dekat Kupang. Untuk kamp itu, setiap raja yang bersekutu dengan Kompeni diwajibkan mengirimkan kontingen pasukannya dan hadir secara pribadi memimpin tentaranya,” ungkap sang kapten.

Dikatakan, salah seorang di antaranya adalah penguasa Kerajaan Denka di Pulau Rote. Namun ia terpaksa meninggalkan pasukan karena alasan kesehatan, ditemani oleh Raja Pulau Dao yang kecil itu serta beberapa perwiranya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa
Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores
Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata
Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi
Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman
Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur
Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional
Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:13 WITA

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WITA

Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores

Jumat, 4 September 2026 - 20:08 WITA

Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata

Jumat, 4 September 2026 - 19:42 WITA

Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi

Jumat, 4 September 2026 - 18:09 WITA

Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman

Berita Terbaru