Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda - FloresPos Net - Page 2

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, sebagaimana lazimnya karya-karya penjelajah Eropa pada masanya, pengamatannya juga dipengaruhi oleh sudut pandang dan latar belakang budaya Eropa abad ke-19, sehingga perlu dibaca secara kritis dan dibandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.

Kisah Perlawanan Raja Amanuban

Buku yang terkenal tersebut di dalam bab ke-64 Jaques menyebutkan rombongan mereka tiba di Kupang pada saat yang kurang tepat untuk menilai keadaan koloni ini.

Sang gubernur, memimpin pasukan berjumlah sepuluh ribu orang, telah berangkat untuk menghadapi tindakan-tindakan berani seorang raja bernama Louis, yang menurut mereka telah mengibarkan panji pemberontakan.

Louis, raja ketujuh Kupang, adalah seorang Kristen, putra Tobany, Raja Amanuban, yang terletak sekitar lima hari perjalanan ke arah timur Kupang, di tengah wilayah kekuasaan Belanda. Ia dididik di Kupang dalam agama ayahnya, yang kemudian ia gantikan.

Baca Juga :  PT Krisrama Polisikan Kasus HGU Nangahale di Polda NTT

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, merasa jenuh dengan kehidupan yang tidak menghasilkan apa-apa dan haus akan kemasyhuran, ia menyatakan perang terhadap raja-raja tetangganya untuk menundukkan mereka ke bawah kekuasaannya.

Namun para raja itu meminta bantuan Belanda, dan Belanda tidak menolak permintaan tersebut. Sejak saat itu Louis dan Belanda hampir terus-menerus berada dalam keadaan perang.

Dengan memimpin segelintir prajurit yang setia pada kepentingannya, Louis dari Amanuban tampaknya tidak takut menghadapi upaya gabungan dari begitu banyak musuh.

Bahkan, ia pernah memaksa mereka menawarkan perdamaian yang terhormat, selama masa itu perlindungan dan dorongannya menarik banyak orang terkemuka serta para pekerja terampil ke wilayahnya; mereka, dengan kecintaan pada seni dan keterampilan, melahirkan perdagangan dan industri di negerinya.

Baca Juga :  Persiapan Keuskupan Labuan Bajo, Aset Bersama Sudah Masuk Pembahasan

Senjata dan kemenangan-kemenangan Louis bahkan telah membawanya sampai ke pintu gerbang Kupang, tempat dimana tujuh tahun yang lalu (1811) ia menyebarkan ketakutan setelah membakar beberapa bangunan, termasuk rumah residen (rumah gubernur Belanda).

Kini, sebagai akibat dari upaya untuk memaksakan kuk yang memalukan kepadanya, ia sekali lagi menyatakan dirinya merdeka; dan karena ia memiliki pasukan sekitar enam ribu orang, dua pertiganya bersenjata senapan dan menunggang kuda.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa
Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores
Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata
Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi
Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman
Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur
Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional
Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:13 WITA

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WITA

Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores

Jumat, 4 September 2026 - 20:08 WITA

Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata

Jumat, 4 September 2026 - 19:42 WITA

Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi

Jumat, 4 September 2026 - 18:09 WITA

Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman

Berita Terbaru