Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda - FloresPos Net - Page 5

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada tahun 1808, Raja Louis dari Amanoubang, penguasa salah satu kerajaan yang paling kuat dan paling kaya yang berada di bawah kekuasaan Belanda, merasa jenuh terhadap dominasi tiranik yang menimpa dirinya dan rakyatnya, lalu mengibarkan panji kemerdekaan.

Pendidikan awalnya diperoleh di Kupang, tempat ia dibaptis. Namun, ke Batavia-lah ia pergi untuk menyempurnakan pengetahuan yang begitu ingin ia kuasai karena dorongan kecerdasan dan keaktifannya yang alami—pengetahuan yang kelak akan menjadi sangat berbahaya bagi para penindas tanah kelahirannya.

Tindakan pemberontakan ini didukung dengan segala sarana yang mungkin untuk menjamin keberhasilannya. Sang raja mempersenjatai sebagian besar rakyatnya dengan tombak (assegais), pedang, kapak perang, dan senapan.

Ia membentuk satuan kavaleri yang meskipun tidak terlalu besar jumlahnya, sangat disegani di negeri-negeri tersebut. Ia juga membangun tiga benteng untuk melindungi perbatasannya.

Baca Juga :  Glokalisasi, Pasar yang Terancam dan Nafas Hidup Pedagang Kecil

Belanda tidak segera mengambil langkah-langkah keras untuk menindas gejala-gejala pemberontakan ini. Mereka tampaknya berharap bahwa perundingan dan cara-cara diplomatik yang damai akan cukup untuk menghentikannya. Namun keberanian sang raja justru semakin bertambah karena lambannya tindakan tersebut.

Kupang Kemudian Diduduki Inggris

Dalam buku tersebut di halaman 538 dijelaskan mengenai kondisi dan peristiwa pendudukan Kota Kupang oleh Inggris. Peristiwa-peristiwa ini (pendudukan Inggris) menghentikan berbagai persiapan perang yang diperlukan untuk memaksa Raja Amanoubang kembali tunduk.

Akhirnya Gubernur Kupang berhasil menghimpun seluruh pasukannya beserta pasukan sekutu, baik dari Timor maupun pulau-pulau bawahannya, lalu bergerak menyerang pangeran pemberontak itu pada tahun 1815.

Baca Juga :  HWDI NTT Sampaikan Fasilitas Pelayanan Publik Belum Ramah Terhadap Penyandang Disabilitas

Ekspedisi pertama ini tidak menghasilkan sesuatu yang berarti sehingga pada tahun berikutnya, tentara sekutu kembali ke medan perang.
Ketika mereka memutuskan untuk mempertaruhkan nasib dalam sebuah pertempuran terbuka, mereka mengalami kekalahan yang sangat berat sehingga terpaksa melarikan diri.

Kerugian mereka mencapai delapan puluh orang, sedangkan pasukan sang raja hanya kehilangan enam orang yang gugur dan tiga orang tawanan. Sesuai adat negeri tersebut, para tawanan itu dipenggal kepalanya.

Musim yang buruk menghalangi kedua belah pihak melakukan operasi militer sepanjang tahun 1817. Akan tetapi pada tahun 1818, permusuhan kembali berkobar.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa
Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores
Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata
Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi
Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman
Nakes Puskesmas Weleng dan BKK Kelas I Kupang Sasar 1.300 Penyintas Gempa di Pedalaman Terpencil Manggarai Timur
Carmenita Lamba Angkat Pariwisata NTT ke Panggung Nasional
Kunjungan Yapersukma Pusat Ruteng dan Tim Healing Hadirkan Sukacita di SDK Wudi Kecamatan Cibal
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:13 WITA

Salurkan Bantuan Gempa, Bupati Sikka Katakan Kehadiran APKASI Wujud Nyata Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WITA

Bangunan di Biara Kongregasi SMI Habi Alami Keretakan Akibat Gempa Flores

Jumat, 4 September 2026 - 20:08 WITA

Sambangi Posko IKAL Lemhannas RI Peduli di Ngada, Brigjen Agus Setiawan Pastikan Bantuan Tersalurkan Secara Cepat, Tepat dan Merata

Jumat, 4 September 2026 - 19:42 WITA

Donatur Dari Surabaya Salurkan Bantuan Bagi Biara SMI di Desa Habi

Jumat, 4 September 2026 - 18:09 WITA

Carmenita Rosalia Lamba, Putri Pariwisata Indonesia 2026 Pulang ke Kampung Halaman

Berita Terbaru