KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang - FloresPos Net

KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam klaim sepihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas tanah yang secara turun-temurun menjadi ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Klaim tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap sejarah penguasaan tanah oleh masyarakat sekaligus menunjukkan masih kuatnya praktik penguasaan tanah oleh negara yang mengorbankan hak-hak rakyat atas tanah.

“Konflik di Tonggurambang merupakan konflik agraria struktural yang berakar pada ketimpangan penguasaan tanah dan kegagalan negara menjalankan amanat Reforma Agraria,’ sebut Honorarius Quintus Ebang, Koordinator Wilayah NTT Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dalam rilisnya, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Pasarkan Berbagai Karya Kreatif dan Murah,Stand SMKN Talibura Diserbu Pembeli

Intus sapaannya menyebutkan,reforma agrarian diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) serta TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ia menegaskan, tanah yang saat ini diklaim oleh TNI bukanlah tanah terlantar ataupun tanah yang tidak dikuasai. Menurutnya, selama lebih dari lima dekade, kawasan tersebut telah menjadi ruang hidup masyarakat.

Lanjutnya, di atasnya berdiri permukiman, sawah produktif, tambak garam rakyat, fasilitas umum, fasilitas sosial, serta berbagai sumber penghidupan masyarakat.

“Selain itu, di atas tanah tersebut telah dibangun sekretariat kelompok petambak garam melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan. Masyarakat juga secara rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Kaji Akses Kompensasi Pelayanan JKN

Intus mengatakan, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa tanah tersebut telah lama dikuasai, dimanfaatkan, dan memiliki fungsi sosial yang nyata bagi kehidupan masyarakat.

Kronologi Konflik

Berdasarkan penuturan masyarakat dan dokumen yang masih tersimpan, pada tahun 1975 masyarakat adat Dhawe, Mbay, Lape, Ngegedhawe, dan Nata’ia menyerahkan sebagian tanah ulayat kepada pemerintah untuk mendukung pembangunan Kawasan Irigasi Mbay.

Dalam perkembangannya, sebagian kecil lahan kemudian digunakan untuk Program Transmigrasi Angkatan Darat (Transad).

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM
Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat
SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka
Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Berita ini 4,847 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WITA

SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:50 WITA