Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama - FloresPos Net - Page 3

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan yang merusak hutan, menghilangkan mata air, mencemari sungai, dan mengancam masa depan generasi mendatang bukanlah kemajuan yang sejati. Sebaliknya, pembangunan yang menghormati keseimbangan alam merupakan bentuk penghormatan kepada Allah Sang Pencipta.

Pada akhirnya, kisah Yesus yang turun dari Gunung Tabor mengingatkan kita bahwa pengalaman iman harus menghasilkan tanggung jawab yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kita dipanggil bukan hanya untuk mengagumi keindahan ciptaan, tetapi juga menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :  Manusia Modern: Kecerdasan Artifisial, Hati Nurani Dan Refleksi (Memaknai Pesan Reflektif Paus Fransiskus Hari Komunikasi Sosial ke-58)

Sebab ketika manusia kehilangan hutan, kehilangan air, dan kehilangan udara yang bersih, yang sesungguhnya hilang bukan hanya kekayaan alam, melainkan juga kesempatan untuk melihat wajah kasih Allah yang terpancar melalui keindahan ciptaan-Nya.

Baca Juga :  Manyambut Tahun Baru 2025 dan Kado Kenaikan PPN 12 Persen untuk Masyarakat

Seperti diingatkan Paus Fransiskus dalam Laudato Si, “Segala sesuatu saling berhubungan”. Oleh karena itu, menjaga bumi berarti menjaga kehidupan, menjaga sesama, dan pada akhirnya menjaga hubungan kita dengan Allah sendiri. *

Penulis adalah Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Manggarai

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?
Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?
Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan
Jeritan Tanah Jengkalang-Manggarai dalam Terang Laudato Si
Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ
Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang
Menguji Nurani di Jengkalang: Antara Jeritan Perut dan Panggilan Menjaga Bumi
Menimbang Etika Politik Pilkades
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WITA

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:40 WITA

Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:22 WITA

Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:05 WITA

Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan

Senin, 6 Juli 2026 - 18:33 WITA

Jeritan Tanah Jengkalang-Manggarai dalam Terang Laudato Si

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA