Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama - FloresPos Net - Page 3

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan yang merusak hutan, menghilangkan mata air, mencemari sungai, dan mengancam masa depan generasi mendatang bukanlah kemajuan yang sejati. Sebaliknya, pembangunan yang menghormati keseimbangan alam merupakan bentuk penghormatan kepada Allah Sang Pencipta.

Pada akhirnya, kisah Yesus yang turun dari Gunung Tabor mengingatkan kita bahwa pengalaman iman harus menghasilkan tanggung jawab yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kita dipanggil bukan hanya untuk mengagumi keindahan ciptaan, tetapi juga menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :  Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

Sebab ketika manusia kehilangan hutan, kehilangan air, dan kehilangan udara yang bersih, yang sesungguhnya hilang bukan hanya kekayaan alam, melainkan juga kesempatan untuk melihat wajah kasih Allah yang terpancar melalui keindahan ciptaan-Nya.

Baca Juga :  Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ

Seperti diingatkan Paus Fransiskus dalam Laudato Si, “Segala sesuatu saling berhubungan”. Oleh karena itu, menjaga bumi berarti menjaga kehidupan, menjaga sesama, dan pada akhirnya menjaga hubungan kita dengan Allah sendiri. *

Penulis adalah Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Manggarai

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Berita Terbaru