Pihak Kapela, kata Pater Leonardus, memaafkan tindakan terduga pelaku karena memahami bahwa pelaku sedang mengalami gangguan kejiwaan.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak terduga, dan selama ini Kapela Biara Karmel selalu terbuka bagi umat untuk berdoa, tanpa penjagaan khusus maupun kamera pengawas (CCTV).
“Sebagai langkah pencegahan, kami akan memperketat keamanan, mengunci kapela di luar jam doa, dan meminta umat yang hendak berdoa untuk terlebih dahulu memberitahukan kepada pengurus Kapela,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Harkamtibmas dan keamanan lingkungan, khususnya di tempat-tempat ibadah.
Beliau menyarankan agar setiap tempat keagamaan dapat melengkapi diri dengan kamera CCTV dan sistem keamanan, seperti penempatan satuan pengamanan (satpam), guna mengantisipasi kejadian serupa.
Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pihak gereja, dan aparat keamanan dalam menjaga kedamaian dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sikka.
Sekretaris Keuskupan Maumere RD. Yakobus Donisius Migo, S.Fil., M.Th., Lic.Th.Com., mengajak seluruh umat untuk tetap tenang dan waspada. Ia menegaskan bahwa pihak Keuskupan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah yang tidak disengaja.
Romo Doni sapaannya mengatakan, Keuskupan Maumere mengapresiasi itikad baik dari keluarga pelaku yang telah datang menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk melakukan pengawasan serta pengobatan anaknya.
Romo Doni juga mengimbau agar masyarakat lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap individu dengan gangguan psikologis, guna mencegah hal serupa terulang kembali.
“Mari kita tetap menjaga ketenangan dan kedamaian di wilayah Keuskupan Maumere,” ujarnya menutup pernyataan.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










