Menuju Penyatuan Cakrawala - FloresPos Net - Page 3

Menuju Penyatuan Cakrawala

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polykarp Ulin Agan

Polykarp Ulin Agan

Membangun Ruang Kolaborasi untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Festival Pangan Lokal dan Budaya di NTT dapat menjadi ruang kolaborasi untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini dapat terwujud kalau dalam festival ini, petani dan komunitas adat tidak sekadar dijadikan objek pembangunan, tetapi subjek yang memiliki hak suara atas dasar sejarah dan identitasnya.

Ketika tradisi pangan lokal, ritual panen, dan praktik pertanian yang telah berlangsung berabad-abad lamanya diangkat sebagai entitas budaya yang sarat makna, saat itulah masyarakat lokal dapat merasakan rahmat subjektivitasnya.

Baca Juga :  Pemuda Dihadapan Kekuasaan, Antara Tunduk atau Lawan

Berkah subjektivitas ini dialami juga ketika mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dalam ranah partisipatif yang berbeda. Saat mereka dilibatkan, rasa memiliki hasil pembangunan itu semakin kuat, sehingga komitmennya pun dapat diperhitungkan untuk keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Hal ini dapat dipahami, karena ketika masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan, mereka akan lebih cenderung untuk menjaga dan mengembangkan apa yang telah mereka raih serta lebih tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Akhirnya, festival ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang kekuatan. Keberhasilan lahir dari kemampuan kita mendengar, memahami, dan berbicara dalam bahasa orang lain—bahasa yang dibentuk oleh sejarah, tradisi, dan pengalaman.

Baca Juga :  Christmas Truce, Sejarah Natal yang Menghentikan Perang

Saat kita duduk di meja yang sama, merayakan keberagaman rasa dan budaya, kita belajar satu hal yang penting: siapa pun yang kita anggap lawan hari ini, bisa menjadi mitra sejati esok hari, jika kita berani memahami dan berbicara dalam bahasanya.

Penulis adalah Dosen pada Sekolah Tinggi Teologi KHKT (Kölner Hochschule für Katholische Theologie), Keuskupan Agung Köln, Jerman)

Berita Terkait

Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat
Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)
Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial
Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah
Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan
Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:55 WITA

Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:10 WITA

Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:18 WITA

Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WITA

Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kunjungi SDN Wolomoni Ende, Wapres RI Bawa Pulang Sejumlah PR

Kamis, 18 Jun 2026 - 17:47 WITA