Dia menyebutkan, kalau Golkar ini menjadi partai yang solid, Golkar Solid, Indonesia Maju, seperti dikatakan dalam tema perayaan kita, tentu kita semua, Partai Golkar, akan tanpa perlu banyak berkampanye, membuang banyak kata-kata, untuk menarik pemilih.
Ia berpesan, wajah partai yang paling menarik itu sebetulnya ketika wajah partai itu murah hati dan wajah yang paling menarik untuk kita tampilkan saat ini dalam masyarakat, masyarakat kita, adalah wajah kemurahan.
“Wajah dari sebuah partai yang tidak memikirkan diri sendiri, tetapi suka berbagi dengan orang lain. Saya pikir, kalau semua partai solid, semua partai murah hati, maka Indonesia bukan hanya maju, Indonesia akan terus-terus maju, dan akan semakin maju,” tuturnya.
Romo Siriakus teringat, waktu dirinya tinggal di Pertapaan Karnel di pegunungan di Tanawawo dan setiap kali pulau ke kampungnya di Wolowiro selalu mampir di Paga.
Dia berkata, sebelum kembali ke pertapaan itu, ia selalu mantip di Paga, untuk beli ikan sebab dirinya tinggal di daerah pegunungan yang seringkali tidak mudah mendapatkan ikan segar.
Tiap kali ia berdiri di tempat papalele-papalele jual ikan itu, mereka bilang, ini ikan segar Romo dan dirinya membeli ikan lalu mereka akan memberikannya dua kali lipat dari harga ikan.
“Saya bilang, kamu ikan selalu dapat ya?. Lalu mereka bilang iya Romo, kami ini punya rumpon yang diberikan kepada kami atas sumbangan seorang kader Golkar terbaik dari Kecamatan Paga namanya Hengki Rebu,” ungkapnya.
Romo Siriakus mengatakan, seandainya setiap kader setiap politisi Golkar punya kemampuan untuk berbagi dan ini kemurahan hati, maka ia percaya wajah Indonesia akan berubah, wajah kampung kita berubah, wajah kecamatan kita berubah.
Seorang filsuf dari Denmark, Soren Kierkegaard, dia bilang begini, betapa bersihnya wajah kampung kita kalau setiap orang membersihkan halaman rumahnya sendiri-sendiri.
Romo Siriakus menekankan, betapa menariknya kampung halaman kita kalau setiap politisi,setiap anggota parlemen memperhatikan dapilnya masing-masing.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










