Walaupun perutnya sudah besar, dia sudah kenyang, tapi dia akan makan dan terus makan sampai bahkan perutnya pecah.
Dikatakan Romo Siriakus, anak anjing, si Bleki itu, dalam simbolisasi banyak tradisi, mau mengatakan bahwa, orang yang serakah itu memang tidak pernah bisa mengatakan cukup.
Apalagi kalau kita tinggal di kawasan Perumnas, rumah berdempet, tetangga sudah punya dua mobil, kita baru punya satu.
“Isteri akan bilang kepada suaminya, papa, tetangga sebelah itu sudah punya dua mobil dan itu mobil keluaran terbaru. Bagaimana dengan kita?. Kita masih punya satu, sebaiknya kita punya dua, gengsi dong,” ucapnya.
Romo Siriakus menegaskan, kalau sudah berpikir demikian dan itu memang cara berpikir orang serakah, dia tidak pernah akan mampu mengatakan cukup.
Murah Hati
Kebalikan dari tamak atau serakah, itu adalah murah hati. Jadi, orang tamak itu orang yang tidak bisa mengatakan, oke, cukup.
Sebaliknya, orang yang murah hati, dia selalu bisa tidak menarik apa-apa, uang, kekayaan itu untuk dirinya, tapi dia selalu membuka hati, dia berbagi.
“Orang tamak mengumpulkan sesuatu untuk dirinya, orang murah hati, sebaliknya, apa yang ada padanya, dia bagikan kepada orang lain. Lawan dari tamak dan keserakaan itu adalah kemurahan hati,” sebut Romo Siriakus.
Menurut Romo dari Ordo Karmel ini Bahasa Inggris memiliki kata yang bagus untuk kemurahan hati dimana mereka sebut kemurahan hati itu dengan generosity.
Kata generosity itu dibentuk dari sebuah kata Latin gen, genus, itu artinya jenis dan orang yang generosity, orang yang murah hati, adalah orang yang memiliki hati yang terbuka terhadap semua orang, bahkan terhadap musuh-musuh mereka.
Romo Siriakus mengakui, orang yang murah hati, orang yang generous, punya generosity, dia akan selalu berkata, walaupun engkau jelek, walaupun engkau mengkhianati aku, tapi engkau adalah saudaraku.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










