Terapkan Tabela, Manggarai Barat Butuh Seribu Lebih Ton Benih Padi Berlabel - FloresPos Net

Terapkan Tabela, Manggarai Barat Butuh Seribu Lebih Ton Benih Padi Berlabel

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) butuh seribu ton lebih benih padi berlabel 2027. Ini terkait pola Tanam Benih Langsung (Tabela). Butuh 70-80 kilogram (kg) per hektare (ha). Luas lahan baku Mabar 16 ribu ha. Tanam jajar legowo.

Tabela adalah sistim pertanian moderen dalam program PM-AAS (Pertanian Moderen Advanced Agriculture System) dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI). Tabela PM-AAS mulai beruji coba di Mabar.

Tarsi Gonsa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Mabar mengungkapkan itu menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo Melayat di Rumah Duka, Sampaikan Berbelasungkawa Meninggalnya Prada Lucky

Ia ditemani Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan, Blasius Apen, dan Kabid Hortikultura dan Perkebunan, Nasarus Natar.

Diberitakan media ini sebelumnya, kurangi ketergantungan pariwisata, pembangunan Manggarai Barat 2027 berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan.

Menurut Gonsa, selama ini kebutuhan akan benih padi sawah di Mabar sebanyak 25 kg/ha. Musim tanam dua kali, yaitu Okmar (Oktober-Maret) dan Asep (April-September). Okmar musim hujan dan Asep musim kering/kemarau.

Namun sekarang Mabar mulai bergeser ke pola Tabela PM-AAS. Program baru berbau pertanian moderen itu memakan benih 70-80 kg/ha.

Baca Juga :  Nurdin: Tragedi KM. Putri Sakinah Menampar Wajah Indonesia di Panggung Dunia

Konon hasilnya berlimpah, sekitar 10 ton ke atas per ha, ketimbang pola lama 25 kg/ha di bawah 10 ton/ha. Tabela juga konon banyak positifnya, antara lain memangkas biaya produksi.

Sama seperti cara lama, Tabela juga tentu harus dilengkapi dengan pupuk, obat-obatan berkecukupan, alat dan mesin (Alsintan) yang lengkap pula.

Irigasi/pengairan juga harus berkecukupan. Sistim pengerjaan betul-betul sesuai petunjuk dan kalender pertanian, termasuk pola tanam jajar legowo, pola pemupukan dan lainnya.

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako
Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana
Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera
Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian
Tim SAR Gabungan Evakuasi WNA Cina yang Terjatuh Saat Pendakian di Pulau Padar
Rapat Cepat dengan Bupati Ngada, Kepala BNPB Sampaikan 17 Point Penting
Tim SAR Gabungan Terus Evakuasi Korban Gempa M 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:00 WITA

Dampak Gempa Bumi di Ende, 1.820 Rumah Warga Rusak, Pemerintah Mulai Salurkan Sembako

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:19 WITA

Tinjau Korban Gempa Flores di Riung, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Terus Diberikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WITA

Keluarga Besar PDI Perjuangan Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Bencana

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:56 WITA

Bupati Ngada: Peringatan Kemerdekaan Momentum untuk Memperkuat Kepedulian

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:59 WITA