Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih - FloresPos Net

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Ende masih rendah. Hal ini terlihat jelas pada realisasi pendapatan daerah dari sektor penerimaan pajak bumi dan bangunan.

Target pendapatan daerah yang ditetapkan dari sektor ini pada tahun 2026 sebesar Rp 15 miliar namun hingga bulan september baru mencapai Rp 2,7 miliar.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pajak bumi dan bangunan menjadi tantangan dan kendala bagi pemerintah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ende.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ende, Mauritius Max Jufri Seko kepada media ini, Senin (21/9/2026) sore mengatakan secara umum target PAD Ende pada tahun ini sebesar Rp 126 miliar.

Hingga 18 September 2026 baru mencapai 46,07% atau Rp 58 miliar lebih. Realisasi tersebut jika dilihat dari beberapa komponen penerimaan maka yang paling tinggi adalah penerimaan dari retribusi.

Retribusi tersebut mencakupi retribusi parkir, retribusi dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas PU yaitu retribusi sewa alat berat dan Persetujuan Bangunan Gedung (PPG).

Baca Juga :  Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini

Dari sektor pajak reklame secara umum ditargetkan Rp 1 miliar termasuk vedeotron saat ini sudah terealisasi sebesar Rp 851, 9 juta.

Khusus PBB, kata Jufri masih jauh dari target karena kesadaran masyarakat membayar pajak masih sangat rendah.

Pada tahun ini pajak bumi dan bangunan mengalami kenaikan target karena pemerintah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan pendataan ulang wajib pajak.

Untuk meningkatkan penerimaan di sektor ini, petugas dari Bapenda Ende harus turun lapangan melakukan penagihan atau jemput pajak.

Namun upaya tersebut tidak maksimal karena terbentur masalah biaya operasional di tengah efisiensi anggaran.

Bapenda Ende telah melakukan terobosan yaitu pembayaran PBB dengan layanan digitalisasi namun sistem ini belum memberikan solusi.

“Kami sudah bekerjasama dan menyiapkan pembayaran pajak melalui layanan digitalisasi seperti Alfarmart, Indomart namun masyarakat yang memanfaatkan layanan ini sangat kecil”.

Terkait dengan layanan digitalisasi, fakta lain yang ditemukan dari masyarakat adalah ketidakpercayaan terhadap bukti pembayaran online.

Meskipun sudah bayar melalui layanan digitalisasi tetapi masyarakat tetap mendatangi kantor Bapenda untuk meminta bukti pembayaran di loket.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Timur Melantik 11 Pejabat PTP--Harus Mampu Terjemahkan Visi dan Misi Daerah

“Masyarakat lebih cenderung dan puas menerima slip dari loket pembayaran di Bapenda dari pada slip pembayaran online karena berpikir uang yang dibayar tidak masuk”.

Jufri juga menyebutkan upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dari sektor PBB yaitu kebijakan Bupati Ende yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) membayar pajak bumi dan bangunan sebelum menerima gaji 13.

Kebijakan ini berdampak dalam peningkatan penerimaan pajak bumi dan bangunan namun hanya untuk wajib pajak dari ASN.

“Kebijakan ini sangat berdampak. Tahun lalu ada peningkatan dari PBB mencapai Rp 1,4 miliar tetapi itu hanya untuk ASN,” kata Jufri.

Kepala Bapenda Ende juga mengatakan kebijakan lainnya yang turut mendongkrak peningkatan PAD yaitu kebijakan Gubernur NTT melalui Pergub nomor 13 tahun 2025.

Pergub yang bertujuan untuk optimalisasi pajak kendaraan tersebut berdampak pada opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk pendapatan daerah Kabupaten Ende dari sektor pajak kendaraan bermotor.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Lima Jenderal Purnawirawan dan Ibu Yuni dari YSPN Berikan Bantuan ke 3 Gereja di Ende
Lagi, JPIC Ordo Karmel Sisir Pedalaman Flores Distribusikan Aneka Bantuan ke Penyintas Gempa
Perkumpulan Gereja Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Bagi Keluarga Almarhum Charles Londo
Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WITA

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 September 2026 - 19:54 WITA

Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

Sabtu, 19 September 2026 - 16:05 WITA

Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap

Sabtu, 19 September 2026 - 13:28 WITA

APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok

Berita Terbaru

Advertorial

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 Sep 2026 - 20:11 WITA