“Engkau adalah sejenis dengan saya, engkau adalah sesuku dengan saya, engkau adalah separtai dengan saya, engkau adalah sebangsa dengan saya, engkau adalah saudara,” tuturnya.
Dikatakan Romo Siriakus, orang yang memiliki generosity, orang yang murah hati, itu adalah orang yang bisa berkata, walaupun engkau waktu pemilu kemarin tidak memilih saya menjadi anggota DPR, tapi engkau tetap saudara.
Lanjutnya, orang yang generosity, itu orang yang bisa berkata, semuanya adalah saudara, karena kita ini sebetulnya satu jenis, satu kampung, satu partai, satu bangsa, satu suku.
Engkau adalah saudara, dan karena engkau adalah saudaraku maka saya berbagi denganmu dan orang yang murah hati, pada kenyataannya tidak punya musuh, karena semua adalah saudara.
Bahkan dalam politik, orang yang generosity, orang yang punya dia tidak akan melihat orang dari partai lain, orang dari daerah pemilu yang lain, itu musuh. Dia akan tetap melihat itu saudara.
“Abraham Lincoln, bapak demokrasi Amerika ketika bangsa itu berperang melawan orang negro, orang kulit hitam, dan dia terlibat di dalam peperangan itu, tiba-tiba pada suatu saat, dia berteriak kepada teman-temannya. Stop! Kita tidak punya musuh lagi,” paparnya.
Ketika semua orang melihat Abraham Lincoln, mereka bertanya, mengapa kita berhenti berperang?. Dan, engkau mengatakan kita tidak punya musuh lagi?
Dia mengatakan, musuh kita sekarang sudah berubah menjadi teman-teman, karena ternyata, orang kulit hitam itu pun adalah saudara kita sebangsa. Mereka adalah warga Amerika.Tidak ada musuh, kita adalah saudara.
“Itulah orang yang murah hati. Dia adalah orang yang memiliki generosity,” tuturnya.
Pesan untuk Partai Golkar
Pesan apa yang bisa kita simak untuk Partai Golkar pada hari ulang tahunnya yang ke-61 ini dari injil dan refleksi yang sudah disampaikan yakni menjadi murah hati.
Romo Siriakus mengatakan, wajah murah hati adalah wajah yang paling menarik untuk masyarakat kita saat ini.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










