Puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Sikka, Ini Pesan Romo Siriakus Dalam Misa Syukur - FloresPos Net

Puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Sikka, Ini Pesan Romo Siriakus Dalam Misa Syukur

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Sikka menyelenggarakan misa syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, Senin (20/10/2025) sore.

Misa berlangsung di aula sekretariat DPD II Partai Golkar Sikka yang dipimpin oleh Romo Siriakus Ndolu, O.Carm didampingi pater Yan Darmawan,SVD dan dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi.

Hadir juga Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera serta anggota DPRD Fraksi Golkar,pengurus Partai Golkar Sikka, siswa SD,SMP dan SMA yang meraih juara dalam lomba cerdas cermat serta guru pendamping.

Dalam kotbahnya, Romo Siriakus mengatakan, kepada orang banyak yang mendengarkan pengajarannya, Yesus berkata, waspadalah terhadap segala ketamakan, walaupun berlimpah hartanya hidupnya tidak tergantung pada kekayaannya.

Baca Juga :  Tekan Kasus Kematian Pasien DBD--Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Ia sebutkan,perhatikan kata-kata Yesus ini, waspadalah terhadap segala ketamakan dimana dalam tradisi moral Kristiani kita, tamak itu artinya serakah namun keduanya tidak mirip.

“Tamak itu berhubungan dengan soal harta benda sedangkan rakus itu berkenaan dengan soal makanan. Seorang disebut rakus, kalau nasi satu piring cukup, tapi dia terus makan, yang membuat perutnya buncit,” ucapnya.

Tapi kalau orang serakah, kata Romo Siriakus, adalah orang yang sebetulnya sudah merasa berkecukupan dan dia bisa hidup bahagia dengan harta itu, tapi selalu ingin lebih, atau dia selalu merasa kurang.

Baca Juga :  Menghilang Usai Mencari Kayu, Tim SAR Gabungan Dikerahkan ke Lokasi

Orang tamak tidak pernah bisa mengatakan cukup untuk apa yang dia miliki, harta kekayaannya, uangnya, dan lainnya sehingga dia selalu mencari, dan terus mencari.

“Jadi orang yang tamak atau orang yang serakah, itu orang yang tidak dapat berkata stop, enough for me, cukup untuk saya,” ucapnya.

Dalam banyak tradisi, sebut Romo Siriakus, tamak itu selalu disimbolkan dengan seekor anak anjing, yang sedang makan nasi di piring dimana simbolisasi ini mau mengatakan, bahwa anak anjing kalau diberi makan, dia akan terus makan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru