Saya justru mendapat kesan bahwa Pater Mill sangat agresif membela kepentingan gerombolan mafia waduk Lambo. Mungkin karena kelompok yang diduga gerombolan mafia ini mendapatkan suntikan dana dari Pater Mill hanya pada saat-saat terakhir perjuangan karena mereka sudah kehabisan daya.
“Ad Hominem” dan Hilangnya Daya Rohani Kata-Kata
Bahasa adalah jendela jiwa. Dalam tanggapan Pater Mill, saya menemukan serangan pribadi-bukan jawaban terhadap substansi.
Argumentum ad hominem bukan hanya jatuh secara logika, tetapi juga menistakan martabat diskursus pastoral dan kemanusiaan.
“Logos” yang disucikan oleh agape-akal yang diterangi kasih-itulah bahasa seorang imam. Ketika retorika berubah menjadi pedang, publik berhak bertanya: “Masihkah ini suara seorang gembala?”
Seruan Pertobatan dan Jalan Ke Depan
Tulisan ini bukan vonis, melainkan undangan. Undangan kepada Pater Mill-dan siapa pun di lingkar kekuasaan lokal-untuk mengganti kecurigaan menjadi kejelasan, mengganti pembelaan diri menjadi akuntabilitas, mengganti narasi menenangkan (sesaat) menjadi aksi nyata yang menyembuhkan.
Usulan Konkret: Jalan Damai yang Bermartabat
Pertama, Verifikasi kanal publik: jika ada bantahan atas opini saya, tempatkan di media yang kredibel dan lebih baik di kanal yang sama (Florespos.net) agar publik bisa membaca silang.
Kedua, Transparansi pinjaman paroki: umumkan rincian penggunaan, mekanisme pengembalian, dan audit internal-bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk menenangkan nurani umat.
Ketiga, Forum rekonsiliasi adat-gereja-pemerintah: fasilitasi musyawarah terbuka dengan pendampingan ahli agraria independen dan notulen publik.
Keempat, Pendampingan hukum yang berimbang: advokasi dua arah-warga terdampak dan otoritas-supaya kebenaran faktual muncul, bukan sekadar klaim.
Kelima, Dokumentasi kesaksian warga: gereja bisa menjadi arsip nurani, menyimpan testimoni yang kelak dibutuhkan untuk koreksi dan pemulihan. Keenam, Etika komunikasi pastoral: hentikan ad hominem; jawab substansi; jaga martabat semua pihak.
Saya tidak meminta Pater Mill untuk sepakat dengan saya. Perbedaan pandangan adalah hal biasa. Yang luar biasa-dan karenanya dituntut dari seorang imam-adalah kebesaran hati untuk menempatkan kebenaran dan umat kecil di atas segala kepentingan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










