Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan) - FloresPos Net - Page 4

Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Saya justru mendapat kesan bahwa Pater Mill sangat agresif membela kepentingan gerombolan mafia waduk Lambo. Mungkin karena kelompok yang diduga gerombolan mafia ini mendapatkan suntikan dana dari Pater Mill hanya pada saat-saat terakhir perjuangan karena mereka sudah kehabisan daya.

“Ad Hominem” dan Hilangnya Daya Rohani Kata-Kata

Bahasa adalah jendela jiwa. Dalam tanggapan Pater Mill, saya menemukan serangan pribadi-bukan jawaban terhadap substansi.

Argumentum ad hominem bukan hanya jatuh secara logika, tetapi juga menistakan martabat diskursus pastoral dan kemanusiaan.

“Logos” yang disucikan oleh agape-akal yang diterangi kasih-itulah bahasa seorang imam. Ketika retorika berubah menjadi pedang, publik berhak bertanya: “Masihkah ini suara seorang gembala?”

Baca Juga :  Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun)

Seruan Pertobatan dan Jalan Ke Depan

Tulisan ini bukan vonis, melainkan undangan. Undangan kepada Pater Mill-dan siapa pun di lingkar kekuasaan lokal-untuk mengganti kecurigaan menjadi kejelasan, mengganti pembelaan diri menjadi akuntabilitas, mengganti narasi menenangkan (sesaat) menjadi aksi nyata yang menyembuhkan.

Usulan Konkret: Jalan Damai yang Bermartabat

Pertama, Verifikasi kanal publik: jika ada bantahan atas opini saya, tempatkan di media yang kredibel dan lebih baik di kanal yang sama (Florespos.net) agar publik bisa membaca silang.

Kedua, Transparansi pinjaman paroki: umumkan rincian penggunaan, mekanisme pengembalian, dan audit internal-bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk menenangkan nurani umat.

Baca Juga :  Dugaan Penganiayaan di Pasar Rabu Boawae, Polisi Konfrontir Para Pihak

Ketiga, Forum rekonsiliasi adat-gereja-pemerintah: fasilitasi musyawarah terbuka dengan pendampingan ahli agraria independen dan notulen publik.
Keempat, Pendampingan hukum yang berimbang: advokasi dua arah-warga terdampak dan otoritas-supaya kebenaran faktual muncul, bukan sekadar klaim.

Kelima, Dokumentasi kesaksian warga: gereja bisa menjadi arsip nurani, menyimpan testimoni yang kelak dibutuhkan untuk koreksi dan pemulihan. Keenam, Etika komunikasi pastoral: hentikan ad hominem; jawab substansi; jaga martabat semua pihak.

Saya tidak meminta Pater Mill untuk sepakat dengan saya. Perbedaan pandangan adalah hal biasa. Yang luar biasa-dan karenanya dituntut dari seorang imam-adalah kebesaran hati untuk menempatkan kebenaran dan umat kecil di atas segala kepentingan.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 4,297 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA