Kala Indonesia Krisis Keteladanan - FloresPos Net - Page 3

Kala Indonesia Krisis Keteladanan

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elite politik adalah mereka yang dikenal secara publik bukan karena kekayaaan yang mereka miliki atau pola hidup mereka yang flexing melainkan karena mereka memangku jabatan publik. Mereka mesti bertanggung jawab terhadap publik terkait apa yang mereka buat dan janjikan atau utarakan kepada publik.

Jika tidak demikian, mereka seperti orang yang memimpin tanpa hati nurani publik. Mereka hadir bukan untuk membawa terang melainkan kegelapan bagi masyarakat untuk memahami kehidupan berpolitik dan bernegara.

Krisis keteladanan para elite politik bangsa ini mengartikulasikan karakter pemimpin bangsa yang perlahan lahan menurun. Karakter mereka seolah-olah ditakar dari kepandaian mereka bersilat lidah (beretorika) dan memanipulasi program tanpa sedikitpun menyentuh realitas persoalan yang dihadapi oleh rakyat.

Baca Juga :  Gestur Kecil yang Berbesar Dampak

Dengan kata lain lain, teladan hidup elite politik hanya sebatas omon-omon tak jelas. Ujung-ujungnya kesejahteraan merekalah yang lebih diutamakan sementara rakyat yang menderita. Tak jarang terbentang jurang pemisah yang lebar antara kehidupan pejabat publik dengan rakyat biasa.

Melihat cermin elite politik sekarang ini, publik layak mempertanyakan integritas mereka. Seyogianya, integritas tidak diukur lewat pencapaian hal-hal yang konseptual atau hidup mewah tetapi bagaimana harus turun dari “kursi” jabatan dan terjun langsung untuk berkotor tangan bersama rakyat.

Baca Juga :  Menuju Titik Balik (Refleksi: Mgr. Paulus Budi Kleden Pulang Kampung Waibalun)

Kecenderungan pola hidup mewah dari para elite politik perlahan-lahan mesti dihindari. Bahwasanya kebahagiaan yang timbul di atas penderitaan orang lain adalah kebahagiaan yang cuma-cuma.

Publik sedang menanti sikap solider para elite politik dengan penderitaan yang mereka alami. Hanya dengan sikap solider atau seperasaan dengan situasi yang dialami masyarakat, pejabat publik mampu berlaku sesuai keinginan masyarakat. Sebab elite politik merupakan tokoh panutan rakyat kecil tentang bagi hidup sebagai satu bangsa dan tanah air tercinta ini. *

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Berita Terkait

Menimbang Etika Politik Pilkades
Wajah Gereja Sinodal, Kenotik, dan Inkulturatif di San Juan Lebao Tengah
Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo
Menakar Kapasitas Pemimpin Desa Ditengah Efesiensi Anggaran
Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu
Generasi Emas yang Cemas (Krisis Sunyi di Balik Mimpi 2045)
Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat
Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)
Berita ini 107 kali dibaca
REDAKSI: Kami Menerima Artikel Opini Dilengkapi Biodata Singkat dan Foto Penulis. Dikirim Melalui Email: florespos@yahoo.co.uk atau redflorespos@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:16 WITA

Menimbang Etika Politik Pilkades

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:18 WITA

Wajah Gereja Sinodal, Kenotik, dan Inkulturatif di San Juan Lebao Tengah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:29 WITA

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

Senin, 22 Juni 2026 - 21:12 WITA

Menakar Kapasitas Pemimpin Desa Ditengah Efesiensi Anggaran

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:31 WITA

Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA