Kala Indonesia Krisis Keteladanan - FloresPos Net

Kala Indonesia Krisis Keteladanan

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gebrile Mikael Mareska Udu

SEYOGIANYA cermin baik buruknya wajah republik ini berasal dari perilaku para pemimpinnya. Sayangnya dewasa ini, publik seperti merasa gerah hingga taraf yang akut ketika mendengar dan menyaksikan merosotnya keteladanan di kalangan para pemimpin bangsa sampai lingkup daerah.

Berbagai fakta menunjukkan bahwa keteladanan para elite politik sedang tidak baik-baik saja. Keteladanan hilang ketika para elite politik sibuk dengan pemuasan hasrat pribadi dan lupa bahwa mereka diutus untuk banyak orang.

Mereka sibuk mencapai segala sesuatu sekalipun dengan cara yang tidak halal. Keteladanan elite politik hanya menjadi ilusi belaka tatkala virus korupsi, kolusi, nepotisme, flexing (primordialisme), otoritarianisme, menggerogoti karakter pribadi mereka. Lantas publik bertanya, kepada siapakah kita harus mencontoh?

Baca Juga :  Transformasi Kesalehan Pribadi Menjadi Kekuatan Sosial (Merenungi Makna Isra Mikraj Perspektif Sosiologi Agama)

Sulit menemukan teladan di balik sikap elite politik. Keteladanan mereka menjadi samar-samar ketika mereka lebih sibuk mengurus proyek kesejahteraan diri dan keluarga.

Mereka juga kerap mempertontonkan sikap mereka yang cenderung hanya untuk menarik perhatian publik tanpa ada nilai yang berfaedah. Sebut saja elite politik yang lahir dari latarbelakang dunia entertainment. Mereka sibuk mempertontonkan panggung entertain dalam dunia perpolitikan.

Tujuannya hanya untuk menghibur publik sesaat bukan untuk kebaikan rakyat. Belum lagi keteladanan elite politik yang mandul ketika komunikasi politik tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Persoalan publik yang diutarakan tidak sesuai dengan penanganan yang dieksekusi. Misalnya belum lama ini Gubernur Nusa Tenggara Timur merasa gelisah dengan rendahnya kualitas pendidikan di NTT. Namun di satu sisi ret-ret para pejabat daerah NTT telah menelan dana sebesar 1 Miliar Rupiah.

Baca Juga :  Malam Pentas Seni Ditengah Ile Lewotobi Laki-laki Mengeluarkan Lava

Jika dipikirkan secara rasional, seperti kata Dr Marsel Robot, dosen FKIP Undana, bahwa dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas guru sebagai pengajar dalam dunia pendidikan (Pos Kupang 24/09/2025).

Keteladanan sungguh menjadi krisis besar yang dihadapi bangsa ini. Bisa dipastikan juga bahwa semua krisis yang terjadi di berbagai bidang bermula dari krisis keteladanan itu.

Di hadapan rakyat ketika sebelum menjabat, para elite politik seperti pengemis yang meminta-minta perhatian rakyat. Namun setelah menjabat mereka seperti pohon yang lupa akarnya.

Berita Terkait

𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀: 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮
Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan
Belajar dari Kasus Bundir Anak di Ngada: Masalah dan Solusi
Membaca Radikalisme di Tengah Ketimpangan Pendidikan
Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)
Di Atas Papan Hitam Putih: Memaknai Kehidupan melalui Filosofi Catur
Praktik Labeling di Ruang Kelas dan Derita Identitas
Api di Dapur Rakyat, SDM Otoritas dan Kemandirian Bangsa
Berita ini 78 kali dibaca
REDAKSI: Kami Menerima Artikel Opini Dilengkapi Biodata Singkat dan Foto Penulis. Dikirim Melalui Email: florespos@yahoo.co.uk atau redflorespos@gmail.com.

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 08:23 WITA

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:32 WITA

Belajar dari Kasus Bundir Anak di Ngada: Masalah dan Solusi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:47 WITA

Membaca Radikalisme di Tengah Ketimpangan Pendidikan

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:49 WITA

Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:20 WITA

Di Atas Papan Hitam Putih: Memaknai Kehidupan melalui Filosofi Catur

Berita Terbaru

PWMB berdoa di pusara mendiang Yohanes

Nusa Bunga

PWMB Ziarah ke Pusara John Lewar, Wartawan Senior Manggarai Barat

Selasa, 10 Feb 2026 - 15:56 WITA