Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun) - FloresPos Net - Page 6

Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun)

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Kedua misionaris asal Amerika Serikat itu menuju Paroki Lerek dengan menunggang kuda. Bagi Pater Niko Strawn, ini pengalaman pertama yang awalnya menggelisahkan tapi akhirnya sangat menyenangkan, menggembirakan dan membahagiakan kisah perjalanan misi.

Hujan lebat memaksa kedua misionaris ini bermalam di Pastoran Lite, satu kampung mungil nan subur yang kini masuk Paroki St. Arnoldus Janssen Waikomo. Pastoran itu hanya berdinding anyaman bambu dengan pintu yang hanya bisa didorong sekali sentakan tangan langsung terbuka lebar.

Malam itu Pater Niko tidur tidak pernah nyenyak di atas sebuah tempat tidur dari bambu sedangan Pater Laurens merebahkan badan di atas meja makan yang pendek sehingga kaki tergantung sepanjang malam. Praktis sepanjang malam mata tidak bisa terpejam dengan sempurna. Pater Niko hanya “terjaga” sepanjang malam dan berharap hari segera siang.

Baca Juga :  Paket Proyek 2024 di Flores Timur Sudah Ditenderkan, Apa Saja?

Pagi-pagi buta, umat Lite bergegas dengan sarung melekat di badan datang ke pastoran untuk menyalami kedua misionaris. Mereka tahu bahwa semalam ada dua tamu sangat istimewa yang memasuki kampungnya.

Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa terlukiskan. Lalu keduanya melanjutkan perjalanan dari Lite dengan melewati Kampung Lewokukung dan Kenale, tempat peristirahatan bagi rakyat yang hendak menuju ke Lewoleba.

Di Kenale, warga Lewokukung dan Belek biasa menjual kelapa muda, tuak putih, ketupat, ikan goreng, ayam goreng, jagung titi, buah-buahan dan sebagainya. Kedua misionaris itu akhirnya tiba di Kalikasa dan disambut Pastor Paroki Kalikasa, Pater Yoseph Scheidler SVD, misionaris asal Jerman.

Kedua misionaris ini beristirahat semalam di pastoran Paroki Kalikasa sambil menikmati udara yang dingin.
Esok pagi, usai merayakan Ekaristi, Pater Niko dan Pater Laurens melanjutkan perjalanan menuju Lerek.

Baca Juga :  Lembata Tanpa Maling (?)

Sepanjang perjalanan dari Kalikasa, Karangora hingga memasuki wilayah administrasi Paroki Lerek, umat berteriak, “tuan oling” (tuan datang) dan “te kar dor!” (ayo kita kejar) sambil berlari mengiringi perjalanan kuda yang membawa kedua misionaris.

Keduanya menyaksikan sepanjang jalan kebun dan ladang petani yang menjadi umatnya yang sederhana tapi bekerja keras di tengah alam yang terkesan kikir untuk tetap bertahan hidup. Rumah-rumah umat tampak begitu sederhana: berdinding bambu anyaman dan beratap daun kelapa atau rumput alang-alang dan berlantai tanah.

Umat berjalan kaki menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari pergi-pulang ladang sambil membawa sayur, ubi, kayu api, makanan kambing dan babi serta ternak lain.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 512 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

KSP Kopdit Pintu Air Miliki 60 Kantor Cabang di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:16 WITA