Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun) - FloresPos Net - Page 4

Pater Niko “Konok” Strawn SVD Persembahkan Diri Hingga Titik Batas (Catatan di Usia 91 Tahun)

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Pater Regional SVD Ende, Pater Nikolaus Apeldorn SVD menerima dia di pelabuhan. Pater Niko berada di Komunitas Biara St. Yosef sejak 1 Januari 1964.

Pada Januari 1964, setelah sempat melakukan perjalanan laut ke Mborong bersama Br Marianus SVD asal Belanda untuk mengambil kayu api, Pater Niko berlayar menuju tanah misi baru yaitu Pulau Lomblen yang kini bernama Lembata dengan kapal motor Theresia bersama Br, Marianus SVD.

Pater Niko tiba di Dermaga Larantuka dan disambut Pater Laurens Hambach SVD, misionaris SVD asal Amerika Serikat yang telah terlebih dahulu berkarya di Keuskupan Larantuka.

Menuju Lembata

Pada Februari 1964, Pater Niko Strawn SVD bersama Pater Laurens Bambach SVD bertolak dari Dermaga Larantuk menuju Pulau Lomblen dengan menumpang motor Sitti Nirmala dengan melewati Pulau Adonara dan menyaksikan keindahan Pulau Solor dalam jejak kaki misi Portugal yang fenomenal.

Baca Juga :  Implementasi P5, Siswa SMPS Kelimutu Kunjungi 3 Rumah Adat di Ende

Pater Niko Strawn SVD tiba di Dermaga Lewoleba yang kala itu masih terbuat dari potongan-potongan pohon lontar. Banyak orang telah menunggu di bibir dermaga kayu itu.

Para pelayan dari rumah misi SVD Lewoleba telah menanti untuk melihat wajah misionaris baru untuk tanah Lembata. Ketika itu Lewoleba masih sebuah kampung kecil. Tubuh Lewoleba masih diselimuti poho-pohon gebang dan asam yang mendominasi seluruh kawasan di pinggir laut yang rata itu.

Rumah-rumah penduduk masih jarang. Sejumlah toko berada di kawasan pasar. Di area bibir pantai, orng-orang Bajo membangun rumah panggung yang menarasikan wajah perkampungan laut.

Baca Juga :  Hermien Kleden dan Jurnalisme “Tutu Koda”

Rumah misi SVD terletak di mata jalan, berhadapan dengan teluk yang dibatasi oleh pohon-pohon kelapa. Rumah itu beratap genteng kelabu dengan pendopo yang selalu terbuka lebar, dinding bercat putih.

Kompleks rumah misi SVD terawat dan terlindung dengan pagar kawat berduri. Lorong-lorong bersih dan berkilat dengan ubin berwarna gelap dan kamar-kamar yang mungil selalu siap bagi siapa pun untuk merebahkan diri dan beristirahat.

Deken Lembata, Pater Bernardus de Brabander SVD yang berasal dari Belanda menerima misionaris baru dengan ramah. Komunikasi berjalan lancar karena Pater Bernardus fasih berbahasa Inggris.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 512 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

KSP Kopdit Pintu Air Miliki 60 Kantor Cabang di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:16 WITA