Komunikasi Politik Dalam Membentuk Opini Publik - FloresPos Net

Komunikasi Politik Dalam Membentuk Opini Publik

- Jurnalis

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ferdinandus Bang Belen

PESTA demokrasi tahun ini mencerminkan rakyat Indonesia masih dalam lumbung pendidikan, oleh karena itu Indonesia masih setengah jajahan setengah feodal.

Tahun ini menjadi awal kemiskinan bagi rakyat Indonesia yang berdampak pada perubahan signifikan kedepan. Hal itu disebabkan adanya permainan politik yang di bangun sehingga menimbulkan adanya kontradiksi bersekalah besar yang mengakibatkan rakyat Indonesia berada dalam cengkraman sistem yang dibangun, dimulai dari pemerintahan daerah hingga pemerintahan pusat.

Kontestasi politik ini disertai dengan kampanye yang sengit, memuat visi dan misi tentang pembangunan, kedamaian, bahkan kesejahteraan.

Sandiwara politik berjalan di kalangan masyarakat indonesia, perdebatan politik kini memanas dan partisipasi dari setiap masyarakat sangat tinggi untuk menyikapi persoalan-persoalan yang terjadi hari ini.

Berdasarkan data survei terbaru tingkat kepuasan publik terhadap pesta demokrasi di tahun 2024 tidak berjalan dengan jujur adil dan rahasia. Banyak sekali dinamika kecurangan yang dibangun dalam pemilu kali ini.

Perkembangan teknologi digital yang masif pada era saat ini turut menggubah bagaimana cara komunikasi politik dilakukan. Dengan adanya internet dan media sosial memungkinkan partai politik, politisi, dan kelompok kepentingan lainnya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :  Menggandeng Ensiklik Laudato Si Dalam Upaya Menciptakan Masyarakat Bebas Korupsi

Dengan jaman yang semakin berkembang, komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan di kehidupan manusia terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Seiring dengan peradaban manusia cara berkomunikasi mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Dulu kita hanya bisa mengandalkan surat kabar harian atau siaran televisi, namun sekarang informasi terbaru dapat kita akses lebih muda melalui media sosial yang terhubung dengan internet. Dan kini teknologi turut mengubah cara publik untuk  mengupdate isu-isu terbaru tentang politik.

Teknologi yang semakin berkembang ini dapat membawa publik kepada komunikasi dua arah, dimana publik juga dapat memberikan hak atau suaranya untuk berpendapat, bukan hanya sebagai penonton pasif tetapi bebas berekspresi dan menyampaikan hak suara nya.

Dimana publik dapat menyangga disukai yang termuat di media yang membahas tentang politik demokrasi hari ini, publik dapat komentar sesuai dengan pemikiran mereka.

Media sosial sangat membantu individu dalam melakukan kampanye politik di kalangan masyarakat. Dengan menyampaikan segala bentuk usaha untuk membawa bangsa indonesia ini ke depan yang lebih baik lagi.

Baca Juga :  Menemukan Keseimbangan Dalam Budaya Moderen

Ini hanyalah skenario yang dibuat untuk memperbaiki citra masing-masing dari setiap calon di masyarakat demi mengharapkan suara yang cukup  besar dari masyarakat saat pemilihan nanti.

Penggunaan media mempunyai kekuatan untuk propaganda dan juga Memiliki dampak yang sangat umum dalam mempengaruhi persepsi masyarakat tentang isu-isu politik yang dijalankan, sehingga masyarakat menilai topik tertentu lebih penting daripada topik lain.

Penggunaan media sosial sebagai alat kampanye secara langsung  dan juga membuka ruang kepada pemilih secara langsung dalam menentukan pilihannya dan juga memberikan kesempatan yang sama di antara partai politik untuk kampanye di media sosial.

Dan juga memberikan kesempatan kepada setiap tim sukses mengkampanyekan dalam memperbaiki citra dari calon tersebut yang dia dukungi guna mendapatkan suara yang lebih banyak dan memuaskan.

Teknologi bukan hanya memberikan informasi politik dan isu-isu yang relevan tetapi bagaimana betapa pentingnya menggunakan media sosial dan juga bagaimana ia mengajarkan masyarakat dalam memahami strategi dinamika dalam pola permainan politik dan pola pikir yang terbuka. *

Penulis, adalah Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:02 WITA