Oleh: Nurhayati dan Sintya Rahmawati Dewi
ILE LEWOTOBI merupakan gunung berapi kembar terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Kabupaten Flores Timur, NTT-Indonesia.
Gunung kembar tersebut kerap disebut dengan gunung Lewotobi Laki-laki dan gunung Lewotobi Perempuan. Gunung kembar ini hanya berjarak sejauh 2 Km.
Pada 23 Desember 2023 dan 1 Januari 2024 dini lalu, kita semua dikejutkan dengan kabar duka datang dari Gunung Ile Lewotobi Laki-laki.
Gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini meletus atau mengalami erupsi dan menyebabkan ribuan warga pada lima desa di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, dievakuasi.
Gunung Ile Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi dengan mengeluarkan lava saat malam pentas seni diadakan oleh relawan pendidikan Universitas Muhammadiyah Maumere Kloter (II) di Kecamatan Wulanggitang pada Rabu 16 Januari 2024.
Malam itu, semua warga yang mengungsi di SMPN 1 Wulanggitang sedang menonton pertunjukan pentas mini dengan tema “Wonderful of Ile Lewotobi”. Acara tersebut dilakukan agar dapat menghibur warga yang berada di pengungsian tersebut.
Di penghujung acara, sekitar pukul 21:10 Wita terdengar gemuruh besar diikuti semburan lava panas ke arah timur laut sejauh lk. 2500-3000 meter.
“Teramati aliran lava ke arah timur laut sehingga membuat warga panik dan ada beberapa anak sempat menangis karena takut,” kata Siti Khadijah Abdul Kadir, salah satu relawan pendidikan (Unimof).
Gunung Ile Lewotobi Lak-laki kembali mengeluarkan lava. Warga panik sehingga para relawan diimbau untuk menenangkan agar tidak panik berlebihan.
Sampai dengan saat ini, Minggu 21 Januari 2024, Ile Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level IV Awas.
Masyarakat/pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari puncak erupsi dan sektoral enam kilometer ke arah Utara dan Timur Laut.
Jika terjadi erupsi dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada dalam rumah dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung (masker) dan mata (kaca mata).
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak benar sumbernya.
Masyarakat di sekitar mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. ***
Penulis: Mahasiswi Prodi PBSI Universitas Muhammadiyah Maumere, NTT










