MBAY, FLORESPOS.net-Pascagempa 7,7 magnitudo yang mengguncang Nagekeo Sabtu (15/8/2026) pagi, RSUD Aeramo terpaksa melayani pasien di luar gedung menggunakan tenda darurat.
Hal ini dilakukan karena sebagian bangunan rumah sakit mengalami kerusakan parah.
“Kita saat ini tidak gunakan gedung untuk melayani pasien karena sebagian gedung di RSUD Aeramo retak dan rusak akibat gempa kemarin,” ujar dr. Polo Ishak Kurniawan, SpOG kepada wartawan, Minggu (16/8/2026) sore.
Menurut dr. Polo, pelayanan di luar gedung secara SOP memang tidak maksimal. Mulai dari keterbatasan alat, minimnya privasi pasien, hingga risiko infeksi. Namun pihak RSUD tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.
“Apa bila kita rawat di dalam ruangan takutnya ada gempa susulan. Keselamatan pasien dan tenaga medis jadi prioritas utama kami,” jelas dr. Polo.
Disaksikan Florespos.net, saat ini tenda darurat telah didirikan di halaman RSUD Aeramo untuk ruang IGD, rawat jalan, dan observasi pasien.
Bantuan tenaga dari TNI Brigif TP 42/KEF juga dikerahkan untuk membantu pemasangan tenda dan evakuasi pasien.
Hingga Minggu sore, jumlah pasien yang datang terus meningkat, terutama korban luka ringan, trauma, dan penyakit akibat mengungsi.
Sementara salah tokoh dan juga mantan Kepala Desa Aeramo Seravinus Mena, meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama BPBD dan Dinkes segera melakukan asesmen lanjutan terhadap kerusakan RSUD Aeramo. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










