JAKARTA, FLORESPOS.net-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta kepada kepala daerah di NTT yang terkena dampak Gempa Flores untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana.
Penetapan status tanggap darurat bencana ini kemudian ditindaklanjuti dengan pengaktifan pos komando sehingga penanganan dapat berjalan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif.
Kepala BNPB mengatakan, dengan pengaktifan posko di kabupaten terdampak, ini mempermudah koordinasi pendataan dampak, pencarian dan pertolongan, dan penanganan pengungsi jika diperlukan.
“BNPB telah menggerakkan sejumlah bantuan darurat pada kesempatan pertama. Bantuan tersebut dimobilisasi dari gudang logistik BNPB di Flores Timur,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sabtu (15/8/2026).
Sementara itu, sejumlah Kementerian dan lembaga lain juga telah menggerakkan sumber daya menuju lokasi bencana.
Basarnas mengerahkan special group SAR dari beberapa wilayah, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk membantu evakuasi dan penyelamatan korban yang tertimpa reruntuhan.
Kementerian Pekerjaan Umum telah berkoordinasi dengan sumber daya di daerah untuk membersihkan material longsor yang terjadi di akses jalan maupun sungai akibat gempa.
Sedangkan dari Kementerian Sosial, bantuan sudah mulai digerakkan dari gudang logistik Kupang, NTT. Bantuan ini didorong menuju wilayah terdampak, seperti Nagekeo dan Sikka.
Selain bantuan, personel Tagana juga digerakan menuju lokasi terdampak. Kementerian Sosial siap dengan pengaktifan dapur umum dan pelayanan psikososial.
Pada sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat dan daerah.
Menteri Kesehatan menyampaikan ia akan memimpin rapat awal HEOC nanti malam (15/8) antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Tim dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga segera diberangkatkan bersama tim BNPB.
Di sektor perhubungan, kementerian terkait menyampaikan 5 bandara dari total 15 di NTT yang terdampak gempa. Namun dari jumlah tersebut, runway masih dapat digunakan.
Kerusakan terjadi pada terminal bandara. Sedangkan pelabuhan, terdapat dua fasilitas yang mengalami rusak berat. Pelabuhan lain masih dapat digunakan, sedangkan pelabuhan penyeberangan ada dua fasilitas yang terdampak.
Dalam membantu penanganan darurat, Kementerian Perhubungan menyiagakan helikopter dan pesawat untuk dapat digunakan di bawah koordinasi BNPB.
Dari unsur TNI dan Polri, personel dan alutsista digerakkan menuju wilayah-wilayah terdampak, termasuk pengerahan pesawat dan kapal laut militer. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










