KUPANG, FLORESPOS.net-Komunitas Sobat Sehatb dan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (Iluni FKM UI) bersinergi dengan pemerintah melakukan aksi nyata turun ke lapangan untuk memulihkan mental para penyintas sekaligus menyalurkan bantuan korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Pemulihan mental perlu dilakukan karena tujuh pekan pasca gempa mengguncang Nagekeo, sebagian warga Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, masih berhadapan dengan rasa takut setiap kali terjadi gempa susulan.
Pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas publik. Rasa aman dan kesehatan psikologis warga juga perlu dipulihkan.
Karena itu bersama Pemerintah Desa Waekokak dan Puskesmas setempat dengan dukungan Iluni FKM UI dan Priority, Sobat Sehat memberikan bantuan kebutuhan dasar sekaligus pendampingan psikososial bagi warga dewasa dan anak- anak terdampak gempa.
Founder Komunitas Sobat Sehat sekaligus Sekretaris Jenderal Iluni FKM UI, Sri Gusni Febriasari mengatakan, pemulihan pasca bencana tidak dapat dipisahkan antara aspek fisik dan psikologi.
“Rumah bisa dibangun kembali, tetapi rasa aman juga harus dipulihkan, terutama bagi anak- anak yang akan membawa pengalaman ini hingga dewasa,” kata Sri Gusni, Jumat (2/9/2026).
Kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin Romo Yanto Soka dan Ustaz Asrul. Warga beragama Katolik dan Islam Desa Waekokak berdiri berdampingan mendoakan keluarga yang kehilangan, warga yang masih bertahan di tenda, serta keselamatan Nagekeo dari bencana susulan.
Momen hening itu menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, kebersamaan dan iman menjadi sumber kekuatan yang menyatukan warga.
“Bencana ini menguji kita semua, tetapi juga mengingatkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan hadir melalui tangan- tangan yang datang menolong dan melalui tetangga yang saling menguatkan. Mari kita jaga harapan dan terus saling menopang,” ajak Romo Yanto.
Sementara itu, Ustaz Asrul menyatakan, musibah adalah ujian kesabaran dan kebersamaan adalah kekuatan kita melewatinya.
“Hari ini kita berdoa bersama sebagai saudara, tanpa sekat. Semoga Allah memberi ketabahan kepada warga Nagekeo dan melindungi kita dari bencana berikutnya,” harap Ustaz Asrul.
Aktivitas Psikososial Dewasa dan Anak
Pendampingan dilakukan melalui aktivitas psikososial bagi orang dewasa dan ruang bermain aman bagi anak-anak. Warga mendapatkan edukasi mengenai reaksi psikologis pasca bencana dan latihan sederhana untuk mengelola kecemasan.
Sementara anak- anak diajak menggambar, mendengarkan dongeng, dan bermain sebagai medium untuk mengekspresikan pengalaman mereka.
“Anak- anak seringkali menyimpan rasa takutnya dalam diam. Lewat gambar dan permainan, mereka bisa mengungkapkan apa yang sulit diucapkan,” terang Psikolog, Siti Kholidiyatus Sa’diyah.
Siti juga menekankan pentingnya peran orang tua untuk mendengarkan anak, menjaga rutinitas, dan memberikan rasa aman melalui kehadiran.
Pemulihan juga diarahkan agar tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Tim Sobat Sehat berkoordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas untuk merujuk warga maupun anak yang membutuhkan penanganan lanjutan ke layanan kesehatan pemerintah.
Pendekatan ini diharapkan menjaga kesinambungan pendampingan sekaligus memperkuat peran layanan kesehatan primer dalam pemulihan pasca bencana.
Bantuan Pangan
Selain pendampingan psikososial, Sobat Sehat menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan, air mineral, alas tidur, perlengkapan kebersihan dan kesehatan, serta alat tulis bagi anak-anak.
Bagi Sobat Sehat, rangkaian ini merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan komunitas, dengan memperkuat modal sosial, kemampuan warga untuk bangkit, dan akses terhadap layanan kesehatan primer.
“Warga dan komunitas adalah pihak pertama yang hadir saat bencana, dan pihak yang paling lama tinggal untuk memulihkannya. Karena itu, pertahanan kesehatan di wilayah rawan bencana harus dibangun dari bawah,” tandas Sri Gusni.
Bagi warga Waekokak, pemulihan mungkin masih panjang. Namun, setelah rumah mulai dibenahi, bantuan disalurkan, dan anak-anak kembali bermain, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dibangun kembali, yakni keberanian untuk merasa aman dan menatap hari esok.
Sobat Sehat
Untuk diketahui, Sobat Sehat adalah komunitas kesehatan berbasis pemuda di bawah naungan Yayasan Asa Karya Muda dengan semangat “Peran Pemuda Sehatkan Nusantara” dan #sehatdimulaidaridirisendiri.
Melalui program CEK FIT, GERAK FIT, SEHATI, Bantu Sehat, Sobat Sehat Talks, dan Volunteer Nusantara, Sobat Sehat mendorong peran aktif generasi muda dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia. *
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando










