ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda menanggapi keluhan masyarakat dan pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.
Beberapa hari ini warga khsususnya pasien yang berobat dan keluarga yang datang di RSUD Ende mengeluhkan pelayanan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan fasilitas dan persoalan manajemen di rumah sakit milik daerah.
Bupati Yosef Badeoda yang diwawancarai di rumah jabatan, Jumat (24/7/2026) pagi mengatakan dirinya sudah mendapatkan keluhan dari warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Kata Yosef Badeoda, pada tahun ini rumah sakit tersebut akan direvitalisasi.
“Tahun ini kita akan revitalisasi ada perbaikan besar di rumah sakit, perbaikan pertama di IGD karena ruangan kurang, tempat tidur kurang itu yang menjadi kendala. Ruangan dokter dan pasien harus dirapikan lagi”.
Bupati juga mengatakan selain IGD, perbaikan juga akan dilakukan di ruang rawat nginap karena banyak yang sudah tidak layak.
“Ruangan rawat nginap juga diperbaiki karena banyak yang tidak layak lagi.
Kamar mandi dan toilet juga akan diperbaiki, instalasi ruangan gisi, semua ruangan harus ada AC”.
Bupati mengatakan RSUD Ende sudah menjadi rumah sakit rujukan namun masih keterbatasan fasilitas seperti ruangan maka harus segera dibenahi.
“Tidak boleh tunggu lagi, harus tahun ini. Kita akan gunakan anggaran dari APBD Perubahan dan BTT karena ini sudah darurat,” kata Bupati.
Selain revitalisasi, pemerintah juga akan melakukan reformasi pada manajemen RSUD Ende. Tegas Bupati Yosef reformasi ini sangat penting untuk peningkatan pelayanan.
“Kita harus reformasi manajemennya dan ada aturan baru rumah sakit harus ada pengawasnya. Kita akan bentuk tim pendamping, untuk pembangunan gedung dan reformasi manajemen. Kita harus menata kembali manajemen dan memberikan pelatihan pelayanan. Jangan muka asam saat layani pasien, harus senyum itu yang penting,” kata Bupati.
Revitalisasi dan reformasi manajemen RSUD Ende mesti segera dilakukan karena rumah sakit adalah penyumbang PAD terbesar di daerah ini.
“Kalau kita omong soal PAD, yang paling cepat dicapai itu rumah sakit, maka kita harus perbaiki atau rehab untuk tingkatkan pelayanan. Kemarin dengan keadaan yang begitu jelek rumah sakit masih bisa untung Rp 30 miliar, jika dibuat bagus bisa sampai Rp 50 miliar”.
Untuk mengatasi lonjakan pasien beberapa Bupati telah memerintahkan kepada manajemen RSUD Ende dan BPBD untuk memasang tenda di halaman atau pelataran rumah sakit.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










