Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef - FloresPos Net - Page 2

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Masyarakat Desa Konbaki menyampaikan keresahan mereka sebab pihak BWS NTT II pada akhir Agustus 2026 telah memasang pilar-pilar atau tanda batas di sejumlah kebun masyarakat di sekitar Bendungan Temef,” ungkap Pina selaku Sekertaris.

Termasuk kata Pina, pada tanah-tanah masyarakat yang sampai saat ini menurut pengaduan masyarakat adalah tanah yang diwariskan turun temurun yang dasar perolehannya berasal dari Raja Amanuban pada masa kerajaan dahulu.

Baca Juga :  Sentra Efata Kupang Bedah Kamar Kakek Blasius Geong di Manggarai Timur

Ia menyampaikan, masyarakat mengakui bahwa pemasangan tanda tersebut menimbulkan keresahan karena sesuai surat yang beredar bahwa tanah-tanah tersebut diklaim sebagai bagian dari kawasan hutan.

Alasannya, pembangunan Bendungan Temef merupakan pembangunan di atas tanah yang berstatus pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

“Menurut kami, hal ini perlu diklarifikasi secara terbuka, terutama mengenai status hukum dan asal-usul tanah, batas kawasan hutan, batas tanah yang digunakan untuk pembangunan Bendungan Temef, serta dasar hukum pemasangan patok pada tanah yang selama ini dikuasai, diusahakan dan menjadi ruang hidup masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Panen Raya, Harga Bawang  di Manggarai Timur  Anjlok

Permasalahan kedua sebut Pina, mengenai sosialisasi awal pembangunan Bendungan Temef tahun 2016.

Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan pada prinsipnya telah diminta oleh pemerintah untuk merelakan tanah-tanah mereka untuk kepentingan pembangunan bendungan dan tidak menyinggung adanya kawasan hutan di rencana lokasi bendungan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB
Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores
Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB
Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok
Kecamatan Reok Intensifkan Distribusi Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Tektonik
Peduli Guru Terdampak Gempa, Triputra Group dan Persada Capital Investama Salurkan Bantuan melalui Yapersukma Pusat
Atas Nama Kemanusiaan JPIC Fransiskan-es Regio Kalimantan ke Flores Bantu Korban Gempa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

Kamis, 3 September 2026 - 17:12 WITA

Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada

Rabu, 2 September 2026 - 20:35 WITA

Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB

Rabu, 2 September 2026 - 19:51 WITA

Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok

Berita Terbaru