Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef - FloresPos Net - Page 4

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juga terdapat bidang tanah yang pembayarannya belum sesuai dengan kesepakatan atau pemahaman awal masyarakat dan bidang yang kemudian dinyatakan masuk dalam kawasan hutan (beririsan/ APL dll).

Selain itu kata Pina, ada hampir 200 makam yang tidak di ganti rugi untuk pemidahan makam serta persoalan lainnya yang menyebabkan masyarakat kehilangan tanah dan sumber penghidupan tanpa memperoleh penyelesaian yang dianggap adil oleh masyarakat.

“Karena itu, masyarakat meminta adanya pendataan dan verifikasi ulang secara terbuka terhadap seluruh bidang tanah yang terdampak pembangunan Bendungan Temef, termasuk status pembayaran, dasar penetapan status tanah dan pihak yang bertanggung jawab atas penyelesaiannya,” pintanya.

Baca Juga :  Prodi DIII Keperawatan Ende Lakukan Pelayanan Primer Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Lingkungan Masyarakat Adat

Pina menegaskan, Bendungan Temef yang menghabiskan uang rakyat senilai 2,76 trillun rupiah lebih ini telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, pada tahun 2024.

Masyarakat sejak awal berharap bahwa pembangunan bendungan tersebut akan membawa manfaat nyata bagi kehidupan mereka, antara lain dalam bidang irigasi, ketahanan pangan, pengelolaan air dan pembangunan lainnya sebagaimana sosialisasi awal di tahun 2016.

Baca Juga :  Wabup Weng: Jangan Percaya Isu Pembagian Tanah "Gratis" di Manggarai Barat

Namun kini kata dia, masyarakat mempertanyakan manfaat nyata yang mereka rasakan sampai sekarang dan justru meninggalkan persoalan sosial yang belum sepenuhnya diselesaikan.

“Terutama menyangkut hilangnya lahan sawah, kebun, tempat tinggal sebagai ruang hidup masyarakat hingga kesenjangan sosial karena banyak makam yang belum sempat dipindahkan serta dampak sosial dan lingkungan lainnya akibat PSN yang ternyata sama sekali tidak strategis ini,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB
Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores
Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB
Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok
Kecamatan Reok Intensifkan Distribusi Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Tektonik
Peduli Guru Terdampak Gempa, Triputra Group dan Persada Capital Investama Salurkan Bantuan melalui Yapersukma Pusat
Atas Nama Kemanusiaan JPIC Fransiskan-es Regio Kalimantan ke Flores Bantu Korban Gempa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

Kamis, 3 September 2026 - 17:12 WITA

Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada

Rabu, 2 September 2026 - 20:35 WITA

Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB

Rabu, 2 September 2026 - 19:51 WITA

Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok

Berita Terbaru