Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef - FloresPos Net - Page 5

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pina menegaskan, pihaknya dari Sonaf Amanuban mengharapkan agar pembangunan Bendungan Temef tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga disertai penyelesaian seluruh persoalan sosial dan hak masyarakat yang timbul sebagai akibat pembangunan tersebut.

Pada akhir Agustus 2026, masyarakat Desa Konbaki kembali resah atas kedatangan pihak BWS NTT II yang memasang pilar-pilar pada tanah masyarakat di Desa Konbaki dengan alasan kawasan hutan.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, apabila tanah tersebut merupakan tanah masyarakat yang telah dikuasai dan diusahakan secara turun-temurun, atas dasar apa kemudian tanah tersebut dinyatakan sebagai kawasan hutan?.

Baca Juga :  Aktivis Masyarakat Adat Desak Kementerian Kehutanan Evaluasi SK 357 Tahun 2016

“Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai peta, batas, dasar penetapan kawasan hutan, riwayat penguasaan tanah serta dokumen yang menjadi dasar klaim tersebut,” tegasnya.

Pina menambahkan, pihaknya memohon dengan kerendahan hati agar DPRD TTS dapat menyampaikan aspirasi masyarakat kepada instansi Kehutanan, BWS NTT II, Pemerintah Kabupaten TTS dan Pemerintah Provinsi NTT.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Ombudsman NTT Sidak Samsat TTS

Juga menyampaikan kepada Kementerian atau lembaga terkait, agar tidak melakukan klaim sepihak terhadap tanah-tanah yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat tanpa terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan penyelesaian hak masyarakat.

Pina menegaskan, tanah-tanah tersebut adalah tanah warisan yang telah dikuasai, digarap dan menjadi sumber kehidupan masyarakat secara turun-temurun.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB
Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores
Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB
Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok
Kecamatan Reok Intensifkan Distribusi Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Tektonik
Peduli Guru Terdampak Gempa, Triputra Group dan Persada Capital Investama Salurkan Bantuan melalui Yapersukma Pusat
Atas Nama Kemanusiaan JPIC Fransiskan-es Regio Kalimantan ke Flores Bantu Korban Gempa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Baru dan Dosen Uniflor Nyalakan Seribu Lilin untuk Korban Gempa Flores di Malam Penutup PKKMB

Kamis, 3 September 2026 - 19:12 WITA

Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Minta DPRD Fasilitasi Persoalan Tanah Pembangunan Bendungan Temef

Kamis, 3 September 2026 - 17:12 WITA

Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada

Rabu, 2 September 2026 - 20:35 WITA

Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB

Rabu, 2 September 2026 - 19:51 WITA

Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok

Berita Terbaru