Aktivis Masyarakat Adat Desak Kementerian Kehutanan Evaluasi SK 357 Tahun 2016 - FloresPos Net

Aktivis Masyarakat Adat Desak Kementerian Kehutanan Evaluasi SK 357 Tahun 2016

- Jurnalis

Selasa, 8 Agustus 2023 - 20:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Aktivis masyarakat adat mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) mengevaluasi SK 357 tahun 2016 yang menetapkan 6 kelurahan di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masuk dalam kawasan hutan produksi.

Mantan Ketua AMAN Nusa Bunga dan aktivis masyarakat adat, Philipus Kami kepada Florespos.net, Selasa (8/7/2023) mengatakan mendukung tuntutan masyarakat 6 kelurahan agar pemerintah pusat segera revisi SK tersebut. Pemerintah pusat melalui Kemenhut mesti memenuhi hak masyarakat adat pasca putusan MK nomor 35/PUU-X/2012.

Philipus Kami mengatakan, pihkanya menduga penetapan wilayah itu masuk dalam kawasan tanpa pertimbangan fakta lapangan dan merugikan masyarakat adat yang mendiami wilayah itu.

Baca Juga :  Tim Asesor dari BAN PAUD Visitasi  TK Taman Seminari Ende

“Sebagai aktivis masyarakat adat yang  selama ini berjuang agar pemerintah khususnya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memenuhi hak- hak masyarakat pasca keputusan Mahkama Konstitusi nomor 35 /PUU-X/2012,” katanya.

Philipus Kami mengatakan masyarakat adat berharap agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengevaluasi kembali Permenhut 357 tahun 2016 khusus pada wilaya terdampak pada 6 kelurahan kota Kabupaten Ende untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat adat  yang sudah lama mendiami wilayah itu. Selain itu di wilayah ini ada fasilitas umum yang sudah ada jauh sebelum Permenhut itu lahir.

Masyarakat adat juga mengharapkan kepada Pemda Ende untuk segera menyurati Menteri LKHK agar kawasan itu segera keluar dari wilayah kawasan hutan produksi.

Baca Juga :  Relawan Emas Dukung Paket JASA, Arkadius Bilang Ingin Djafar Tuntaskan Program

“Diharapkan Pemda Ende untuk segera membuat surat permohonan ke Mentri KLHK agar kawasan dimaksud dikeluarkan dari kawansan hutan produksi karena sudah banyak pemukiman, sekolah, rumah ibadah, puskesmas dan sarana umum lainya”.

“Sangat diharapkan pula agar kedepannya penetapan kawasan kawasan seperti ini sdh harus melibatkan masyarakat setempat agar sejak awal masyarakat tahu untuk tidak terjadi tumpah tindi kebijakan,” katanya.

Pemerintah mesti hadir untuk menyelesaikan masalah ini agar masyarakat bisa dilayani haknya sebagai warga negara.

“Masyarakat setempat berharap negara hadir lewat unsur- unsur penyelenggara negara untuk menjawabi kebutuhan- kebutuhan dasar masyarakat untuk mencapai  kesejahteraan,” katanya. *

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT
WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat
Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan
Dies Natalis dan Reuni Akbar SMAN 1 Ende jadi Momen Perkuat Rasa Memiliki Almamater
Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat
Seorang Pekerja Meninggal Saat Aktifitas Bongkar Muat Barang, Pelindo Maumere Lakukan Investigasi
Warga Pesisir Apresiasi Program Kampus Berdampak dari Uniflor, Kami Tidak Susah Air Lagi
Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:49 WITA

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:42 WITA

WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:45 WITA

Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:55 WITA

Dies Natalis dan Reuni Akbar SMAN 1 Ende jadi Momen Perkuat Rasa Memiliki Almamater

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:23 WITA

Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:49 WITA