‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’ - FloresPos Net - Page 3

‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan tidak harus besar. Bantuan harus terus. Karena pemulihan bukan sprint. Pemulihan adalah maraton.

Gempa mengajari kita 3 hal: Bahwa rumah bisa roboh, tapi keluarga tidak boleh. Bahwa bantuan tidak boleh musiman. Bahwa kemanusiaan diuji bukan saat bencana, tapi setelahnya.

Mama Imelda adalah guru kita hari ini. Beliau mengajari tentang kuat. Tentang sabar. Tentang tetap berdoa walau atap sudah tiada. Jadi, ketika gempa berlalu, siapa yang peduli pada Mama Imelda? Jawabannya harus kita.

Baca Juga :  Vox Populi Vox Dei, Seruan Perdamaian Israel Palestina Dalam Terang Ensiklik Pacem In Terris

Jangan biarkan empati kita ikut retak seperti tembok rumahnya. Jangan biarkan kepedulian kita ikut terkubur bersama puing.

Baca Juga :  Ketika Krisis Sosial Memukul Mental Masyarakat NTT, Siapa yang Bertindak?

Mari alirkan bantuan. Terus. Sampai Mama Imelda bisa menanak nasi lagi di dapurnya. Sampai beliau bisa tidur tanpa takut. Sampai senyumnya kembali, lebih kuat dari guncangan apapun. Karena pada akhirnya, membangun kembali manusia… jauh lebih penting daripada membangun kembali rumah.*

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA