Di Maumere, di Ritapiret, di Labuan Bajo, di Mamuju, dan di Roe, nama Frater Leonardus Noprianto Waku akan tetap hidup. Bukan sebagai statistik korban gempa, tetapi sebagai pemuda yang berani melangkah mengikuti panggilan Tuhan. Meski jalannya terputus terlalu cepat, jejaknya tetap abadi.
Selamat jalan, Frater Leo. Cita-citamu mungkin ‘patah di bumi’, namun jiwamu telah sampai di rumah Bapa. Di sana, engkau akan mengenakan jubah putih yang lebih indah dari kasula imam manapun.
Di sana, engkau akan merayakan Ekaristi abadi bersama para kudus. Dan dari sana, engkau akan terus mendoakan Ritapiret, Flores, Indonesia, dan semua yang engkau cintai.
Requiescat in pace, Frater. *
Penulis adalah Alumni Ritapiret
Halaman : 1 2










