Ketika Badai Mengguncang Perahu Gereja: Apakah Kita Masih Mau Mendayung? - FloresPos Net - Page 3

Ketika Badai Mengguncang Perahu Gereja: Apakah Kita Masih Mau Mendayung?

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sinilah iman menghadapi tantangan yang nyata: apakah iman hanya menjadi konsumsi pribadi atau sungguh menjadi kekuatan untuk membangun komunitas?

Yesus tidak mengatakan kepada para murid bahwa mereka tidak akan pernah mengalami badai. Ia justru menunjukkan bahwa badai adalah bagian dari perjalanan Gereja pun demikian. Jangan kita membayangkan bahwa Gereja yang ideal adalah Gereja tanpa konflik, tanpa perbedaan, dan tanpa persoalan.

Gereja adalah komunitas manusia yang terus belajar menjadi lebih dewasa. Persoalannya bukan bagaimana menghilangkan semua badai, tetapi bagaimana menghadapi badai dengan iman, dialog, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Karena itu, ketika perahu Gereja sedang diterjang badai, yang dibutuhkan bukan penumpang yang saling menyalahkan, melainkan orang-orang yang mau mendayung bersama.

Baca Juga :  "Tragedi" Kewapante Daya Ungkit Kesadaran Moral Bumi Hanguskan Judi

Yang dibutuhkan bukan mereka yang sibuk mencari siapa yang salah, melainkan mereka yang bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan?” Yang dibutuhkan bukan orang yang meninggalkan perahu ketika keadaan sulit, melainkan orang yang tetap bertahan karena percaya bahwa Kristus masih berada di dalamnya.

Pada akhirnya, kisah Yesus meredakan angin ribut merupakan undangan untuk memperbarui iman dan tanggung jawab kita. Ketika badai datang, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkan kita.

Ketika Gereja menghadapi persoalan, jangan buru-buru meninggalkan komunitas. Ketika ada perbedaan, jangan langsung melihat sesama sebagai musuh. Dan ketika pelayanan membutuhkan tenaga, jangan hanya menunggu orang lain bergerak.

Baca Juga :  Seruan Amoris Laetitia Dalam Pandangan Paus Fransiskus Untuk Mewujudkan Cinta Kasih Dalam Keluarga Kristiani

Kristus ada di dalam perahu. Tetapi kehadiran Kristus bukan alasan bagi kita untuk berhenti mendayung. Justru karena Kristus ada di dalam perahu, kita mempunyai alasan untuk tetap bertahan, saling menguatkan, dan terus mendayung bersama.

Sebab Gereja yang kuat bukan Gereja yang tidak pernah diterpa badai, melainkan Gereja yang ketika badai datang, umatnya tidak saling meninggalkan. *

Penulis adalah Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, NTT.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Larangan Merokok Sambil Mengemudi
Geothermal Flores: Untuk Siapa?
Menjadi Korban Bukanlah Identitas Abadi
Anatomi Krisis Keselamatan Angkutan Barang
Menuju MUSPAS IX KAE: Dari Budaya Keprihatinan Menuju Budaya Harapan
Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’
Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan
Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:56 WITA

Ketika Badai Mengguncang Perahu Gereja: Apakah Kita Masih Mau Mendayung?

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Larangan Merokok Sambil Mengemudi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Geothermal Flores: Untuk Siapa?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:21 WITA

Menjadi Korban Bukanlah Identitas Abadi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:52 WITA

Anatomi Krisis Keselamatan Angkutan Barang

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA