Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka - FloresPos Net - Page 3

Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirinya menyampaikan dia tidak boleh diusir dan punya hak sebagai guru dan datanya harus aktif untuk mengajar di semester ini tetapi para staf mengatakan mereka tidak mau melayaninya.

Lanjutnya, sempat ada oknum Pak Pardi mendatanginya dan berdiri persisi di depannya lalu mendorongnya seraya mengatakan “pulang kau, tidak ada yang mau melayani kamu”.

“Ketika saya katakan saya tidak punya kesalahan kenapa saya diusir. Lalu seorang ibu mengatakan kau punya kesalahan pun kau tidak pernah menyadari. Saya rasa ini ada sesuatu yang direncanakan,” ucapnya.

Marselinus menambahkan, dirinya lalu didorong dan membuka pintu dan keluar namun di ruang tengah pun dirinya masih diikuti Pardi dan Nela lalu didorong dan beberapa staf dalam ruangan kepala seksi seraya ditonton oleh semua pegawai.

Baca Juga :  Tahun 2025, Pemda Ende Dapat Dana Rehab Rekonstruksi dari BNPB Rp 20 Miliar

Ia masih sempat mempertanyakan alasan dan Pardi mengatakan, “monyet kau, kau pulang, kau tidak dengar ka, kau pulang monyet”.

Perkataan itu tegas Marselinus, membuat dirinya tidak terima dan bertanya “kenapa bilang saya monyet, ini rasis pak. Pardi pun mengatakan “kau tidak terima, tandai muka saya, saya orang Lokaria”.

“Saya merasa dipermalukan di depan umum dan penglihatan saya waktu itu langsung kosong. Saya sempat tanya, bapak beetanggung.jawab, Pardi katakan saya siap bertanggungjawab,” ungkapnya.

Baca Juga :  Forum Warung Makan Maumere Bersatu Demo ke DPRD Sikka Persoalkan Retribusi 10 Persen

Marselinus mengaku merasa martabat dan harga dirinya sebagai guru agama yang selalu mengajarkan Citra Allah, Gambar Allah, tapi kemudian perlakuan kepadanya sangat merendahkan.

Bahkan menyamainya dengan monyet sehingga membuat dirinya merasa tidak ada harganya, martabatnya diinjak-injak.

Ia mengaku beruntung waktu itu ada teman-teman pers sehingga ia dibantu sebab kalau tidak ada rekan pers tubuhnya pasti pingsan karena kondisi tubuhnya sangat drop.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Lima Jenderal Purnawirawan dan Ibu Yuni dari YSPN Berikan Bantuan ke 3 Gereja di Ende
Berita ini 1,581 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WITA

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 September 2026 - 19:54 WITA

Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:05 WITA

Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap

Berita Terbaru

Advertorial

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 Sep 2026 - 20:11 WITA