Forum Warung Makan Maumere Bersatu Demo ke DPRD Sikka Persoalkan Retribusi 10 Persen

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 18:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Beberapa hari terakhir terjadi dinamika perdebatan publik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait persoalan penutupan restoran, rumah makan, warung dan usaha kuliner.

Polemik dan perdebatan ini terkait adanya Surat Bupati Sikka Nomor: Bapenda.970/411/VII/2025 Tentang Pajak Barang dan Jasa Tertentu Atas Makanan Dan/Atau Minuman yang dikeluarkan tanggal 10 Juli 2025.

“Surat yang ditandatangani oleh Bupati Sikka sangat mengganggu harmonisasi kehidupan sosial masyarakat Sikka,” sebut Ifan Baba Hendriques, Koordinator Forum Warung Makan Maumere Bersatu (FWMMB) di Gedung DPRD Sikka, Kamis (17/7/2025).

Ifan mengatakan,bentuk penolakan warga Sikka atas pelaksanaan isi Peraturan Daerah Kabupaten Sikka Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah adalah tidak mau membayar lebih untuk Pajak Barang Atau Jasa Tertentu untuk Restoran, Rumah Makan Dan Warung Sebesar 10 persen.

Baca Juga :  Pastor, Suster, dan Elemen Warga Pertanyakan Belum Diterapkannya UU TP Kekerasan Seksual di Sikka

Dirinya menambahkan, warga tidak mau membayar retribusi kepada pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung namun hanya membayar harga menu yang dikonsumsi.

Menurutnya, kondisi dilematis yang dialami oleh pelaku usaha saat ini adalah Perda tersebut tidak memberi arah yang jelas mengikat konsumen dengan sanksi jika tidak mau membayar pajak 10 persen.

“Disisi lain perda juga tidak memberi ruang perlindungan kepada pelaku usaha untuk memungut pajak 10 persen. Kondisi ini pun sudah berlangsung lama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bendungan Jebol,  Puluhan Hektare Sawah di Manggarai Timur Terancam Gagal Panen

Ifan melanjutkan, disisi lain pihak Pemerintah Daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menutup mata pada kondisi dan keluhan pelaku usaha serta diduga melakukan tindakan-tindakan bersifat represi berupa tekanan dan ancaman.

Ia menyebutkan, apabila tidak membayar sesuai standar pembayaran pajak yang telah ditetapkan Pemda Sikka maka tempat usaha dan ijin usaha mereka dicabut.

Dirinya menjelaskan, tolak pajak dan retribusi 10 persen, pemerintah tolong perhatikan kami adalah tagline yang digunakan pelaku usaha.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Material Longsor Tutup Akses Jalan di Lepkes, Warga Sesalkan Adanya Pembiaran
Camat Iwan: Stop Pembalakan Santiggi di Kecamatan Komodo
Camat Komodo Tolak Tambang di Flores, Sebayur Sudah Ditutup
Meriah, Lomba Vokal dan Dance Antar Kantor Cabang BRI Se-Daratan Flores Peringati HUT BRI ke-130
Kelompok Nelayan di Ende Dapat Bantuan Kapal Motor dan Kelong, Bupati Yoseph: ‘Harus Dijaga’
Usai Pimpin Rakorwil Partai Nasdem Flores Lembata, Bupati Edi Endy Silaturahmi dengan Warga Manggrai Raya di Ende
Ternyata Kletus Gabhe Pernah Berbisik ke Pemain Persena Nagekeo Sesaat Menjelang Laga Final
Perdana, Semarak Brilian Sportartcular 2025 Seluruh Flores Ajang Memupuk Persaudaraan
Berita ini 2,245 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 13:11 WITA

Material Longsor Tutup Akses Jalan di Lepkes, Warga Sesalkan Adanya Pembiaran

Senin, 8 Desember 2025 - 09:49 WITA

Camat Iwan: Stop Pembalakan Santiggi di Kecamatan Komodo

Senin, 8 Desember 2025 - 09:43 WITA

Camat Komodo Tolak Tambang di Flores, Sebayur Sudah Ditutup

Minggu, 7 Desember 2025 - 17:02 WITA

Meriah, Lomba Vokal dan Dance Antar Kantor Cabang BRI Se-Daratan Flores Peringati HUT BRI ke-130

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:00 WITA

Usai Pimpin Rakorwil Partai Nasdem Flores Lembata, Bupati Edi Endy Silaturahmi dengan Warga Manggrai Raya di Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Camat Iwan: Stop Pembalakan Santiggi di Kecamatan Komodo

Senin, 8 Des 2025 - 09:49 WITA

Camat Komodo,Iwan Martinus

Nusa Bunga

Camat Komodo Tolak Tambang di Flores, Sebayur Sudah Ditutup

Senin, 8 Des 2025 - 09:43 WITA