RSUD Bajawa Miliki Unit Dialisis, Pasien Cuci Darah Teteskan Air Mata - FloresPos Net

RSUD Bajawa Miliki Unit Dialisis, Pasien Cuci Darah Teteskan Air Mata

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 12:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Bajawa, dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad

Direktur RSUD Bajawa, dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad

BAJAWA, FLORESPOS.net-Langkah Pemerintah Kabupaten Ngada menghadirkan Unit Dialisis di RSUD Bajawa mendapatkan apresiasi masyarakat terutama pasien yang membutuhkan layanan cuci darah.

Siprianus Bata, suami dari Philomena Wona, pasien cuci darah asal Ngalisabu, Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada merasa berbahagia karena RSUD Bajawa telah menerima pasien cuci darah.

Ditemui di sela-sela kegiatan Launching Unit Dialisis Sipri mengatakan, dirinya sangat terbantu ketika pelayanan cuci darah sudah ada di Bajawa.

“Syukur dan terima kasih pada Tuhan dan Pemda Ngada. Terima kasih ibu Direktur RSUD Bajawa karena sudah hadirkan peralatan ini,” ungkapnya berderai air mata.

Diungkapkannya, istrinya Philomena Wona yang menderita sakit dalam 2 kali seminggu harus ke Ruteng untuk melakukan cuci darah. Hal tersebut sudah berlangsung lama kurang lebih satu setengah tahun.

“Kami sering kehabisan uang transportasi. Tujuan ke Bajawa terpaksa turun di Aimere karena kehabisan uang,” tambah Mama Philomena.

Sebagai seorang tukang yang juga tidak bisa bekerja berat lagi karena faktor usia, dirinya berharap agar kehadiran alat cuci darah di RSUD Bajawa dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas yang membutuhkannya.

Baca Juga :  Uskup Edwaldus Lepaskan Balon 150 Tahun Paroki Katedral Santo Yoseph Maumere

Direktur RSUD Bajawa dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad menjelaskan, kunjungan pasien dengan gagal ginjal kronik atau CKD yang membutuhkan cuci darah pada RSUD Bajawa untuk pasien rawat jalan dari jumlah 152 kasus tahun 2023 meningkat menjadi 485 kasus di tahun 2004.

Dan untuk rawat nginap dari 266 kasus di tahun 2023 menjadi 214 kasus di tahun 2024. Rujukan pasien CKD baik rawat inap maupun rawat jalan pada tahun 2023 sebanyak 35 kasus dan tahun 2024 sebanyak 32 kasus.

Pasien ini dirujuk ke beberapa rumah sakit rujukan hemodialisa yaitu di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, RSUD T.C. Hillers Maumere, RSUD Ruteng, RS Siloam Labuan Bajo dan RSUD Komodo. Jumlah kasus CKD yang meninggal di RSUD Bajawa sebanyak 41 kasus di tahun 2024.

Mengingat tingginya kasus CKD tersebut sehingga sangat diperlukan untuk melakukan pengembangan pelayanan Unit Dialisis di RSUD Bajawa.

Sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Ngada yang membutuhkan pelayanan hemodialisa dan juga bisa menjadi Rumah Sakit Rujukan bagi Kabupaten tetangga yang belum memiliki layanan hemodialisa seperti RSUD Borong, RSUD Aeramo maupun RSUD Ende.

Baca Juga :  Puluhan Anggota KTH di Ngada Antusias Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Keuangan

Dokter Spesialis Radiologi ini mengatakan, dengan pertimbangan bahwa layanan hemodialisa merupakan layanan rutin yang harus dilakukan minimal dua kali dalam seminggu dengan biaya yang cukup mahal.

Maka, RSUD Bajawa harus bekerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan sehingga pasien tidak harus membayar bila telah menjadi anggota BPJS Kesehatan. Karena hampir sebagian besar pasien RSUD Bajawa adalah Peserta BPJS Kesehatan karena Kabupaten Ngada telah mencapai UHC ( Universal Health Coverage).

Setelah berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan untuk pembukaan layanan baru, maka rumah sakit harus melakukan terlebih dahulu pelayanan hemodialisa sebelum dilakukan visitasi pelayanan oleh pihak BPJS sebagai salah satu syarat untuk melakukan PKS dengan RSUD Bajawa.

Mengingat biaya layanan hemodialisa yang cukup tinggi, setelah launching pihaknya hanya melakukan layanan hemidialisa kepada tiga orang pasien yang sudah direncanakan sebelumnya selama sebulan.

Sedangkan untuk pasien lainnya akan tetap dilakukan rujukan hingga dilakukannya penandatanganan PKS dengan pihak BPJS, sehingga pasien BPJS dapat dilayani tanpa harus membayar. *

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai
Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
Berita ini 816 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:46 WITA

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:50 WITA

Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:46 WITA

Opini

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:23 WITA

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA