“Tagline yang digunakan pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung sebagai jembatan aspirasi konsumen (masyarakat Sikka) kepada pemangku kebijakan yang adalah pemerintah dan DPRD Kabupaten Sikka,” tuturnya.
Ifan menambahkan, tagline ini agar pemerintah dan DPRD Sikka tolong beri ruang keadilan bagi lajunya gerak roda perekonomian di Kabupaten Sikka.
Menurut FWMMB, seyogyanya sebuah peraturan yang menyangkup kepentingan rakyat banyak hendaknya dalam perencanaan, penyusunan, dan penerapannya benar-benar sudah disepakati bersama baik oleh pembuat peraturan maupun masyarakat yang akan menjalankannya.
Dirinya menegaskan, tidak ada satupun pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung yang menolak pemungutan pajak retribusi 10 persen kepada konsumen.
Lanjutnya, justru yang menjadi persoalan adalah konsumen dan pemerintah sehingga pandangan masyarakat Sikka akhir-akhir ini bahwa pelaku usaha tidak mau bayar pajak itu keliru sebab yang tidak mau bayar pajak adalah masyarakat Sikka selaku konsumen.
“Kehadiran Perda Nomor 5 Tahun 2023 adalah belum lengkap karena masih ada persoalan mendasar yang belum mengikat untuk diikuti secara menyeluruh atau universal sehingga terjadi polemik di kalangan bawah yang berdampak besar terhadap lemahnya di penerapan perda tersebut,” ungkapnya.
Ifan menghimbau agar masyarakat Sikka mesti melihat dengan bijaksana dan cermat terhadap aksi santun para pelaku usaha dengan menutup restoran, rumah makan dan warung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sikka juga.
Sebutnya, justru kalau mau dilihat kondisi riil yang mereka alami, secara psikis, sosial dan ekonomi mereka dirugikan karena tidak ada pendapatan disaat penutupan warung.
Kondisi ini berdampak pada pembayaran listrik, air, belanja bahan pokok, bayar karyawan, bayar pajak bulanan, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, makan- minum, pembayaran kredit bank bulanan dan tanggung jawab lainnya.
Ia mengatakan para pelaku usaha juga ingin punya masa depan yang baik layaknya semua warga negara Indonesia yang bekerja dan berusaha membangun kehidupan dengan mengais berkat Tuhan melalui sesamanya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










