Forum Warung Makan Maumere Bersatu Demo ke DPRD Sikka Persoalkan Retribusi 10 Persen - FloresPos Net - Page 2

Forum Warung Makan Maumere Bersatu Demo ke DPRD Sikka Persoalkan Retribusi 10 Persen

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 18:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Tagline yang digunakan pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung sebagai jembatan aspirasi konsumen (masyarakat Sikka) kepada pemangku kebijakan yang adalah pemerintah dan DPRD Kabupaten Sikka,” tuturnya.

Ifan menambahkan, tagline ini agar pemerintah dan DPRD Sikka tolong beri ruang keadilan bagi lajunya gerak roda perekonomian di Kabupaten Sikka.

Menurut FWMMB, seyogyanya sebuah peraturan yang menyangkup kepentingan rakyat banyak hendaknya dalam perencanaan, penyusunan, dan penerapannya benar-benar sudah disepakati bersama baik oleh pembuat peraturan maupun masyarakat yang akan menjalankannya.

Dirinya menegaskan, tidak ada satupun pelaku usaha restoran, rumah makan dan warung yang menolak pemungutan pajak retribusi 10 persen kepada konsumen.

Baca Juga :  Efisiensi, ASN Manggarai Barat Akan Bekerja dari Rumah

Lanjutnya, justru yang menjadi persoalan adalah konsumen dan pemerintah sehingga pandangan masyarakat Sikka akhir-akhir ini bahwa pelaku usaha tidak mau bayar pajak itu keliru sebab yang tidak mau bayar pajak adalah masyarakat Sikka selaku konsumen.

“Kehadiran Perda Nomor 5 Tahun 2023 adalah belum lengkap karena masih ada persoalan mendasar yang belum mengikat untuk diikuti secara menyeluruh atau universal sehingga terjadi polemik di kalangan bawah yang berdampak besar terhadap lemahnya di penerapan perda tersebut,” ungkapnya.

Ifan menghimbau agar masyarakat Sikka mesti melihat dengan bijaksana dan cermat terhadap aksi santun para pelaku usaha dengan menutup restoran, rumah makan dan warung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sikka juga.

Baca Juga :  Simak Apa Kata Pemda dan DPRD Sikka Soal Pers

Sebutnya, justru kalau mau dilihat kondisi riil yang mereka alami, secara psikis, sosial dan ekonomi mereka dirugikan karena tidak ada pendapatan disaat penutupan warung.

Kondisi ini berdampak pada pembayaran listrik, air, belanja bahan pokok, bayar karyawan, bayar pajak bulanan, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, makan- minum, pembayaran kredit bank bulanan dan tanggung jawab lainnya.

Ia mengatakan para pelaku usaha juga ingin punya masa depan yang baik layaknya semua warga negara Indonesia yang bekerja dan berusaha membangun kehidupan dengan mengais berkat Tuhan melalui sesamanya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Musda IKAL Sukses, Romo Rony Neto Wuli Kembali Pimpin IKAL Lemhamnas NTT
Di Wolomoni Ende, Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan KDMP Tak Boleh Korbankan yang Lain
Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang
Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga
Bupati Ende Sebut Wapres RI Dengar Langsung Suara Ibu-Ibu di Desa, Mereka Butuh MBG
Thresher Shark Indonesia dan Pokmaswas Sando Minggo Ajak Mahasiswa IKTL Terlibat dalam Program The Conservation Champion
Kunjungi SDN Wolomoni Ende, Wapres RI Bawa Pulang Sejumlah PR
Padukan Sportivitas dan Syiar Islam, Jamaah Darul Muqomah Rekko Meriahkan Tahun Baru Hijriah
Berita ini 2,305 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:45 WITA

Musda IKAL Sukses, Romo Rony Neto Wuli Kembali Pimpin IKAL Lemhamnas NTT

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:53 WITA

Di Wolomoni Ende, Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan KDMP Tak Boleh Korbankan yang Lain

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:29 WITA

Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:21 WITA

Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:48 WITA

Bupati Ende Sebut Wapres RI Dengar Langsung Suara Ibu-Ibu di Desa, Mereka Butuh MBG

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Warga Setuju Pembangunan Galangan Kapal di Wairterang

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:29 WITA

Nusa Bunga

Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:21 WITA