Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum - FloresPos Net - Page 2

Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 08:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai-nilai inilah yang kemudian menginspirasi Jules Rimet. Ia memandang sepak bola tidak sebatas sebagai permainan atau hiburan, melainkan sarana untuk mempertemukan manusia, menghapus sekat-sekat sosial, dan menumbuhkan semangat persatuan.

Keyakinan tersebut sudah ia wujudkan sejak mendirikan Red Star Football Club di Prancis. Klub itu terbuka bagi siapa saja, tanpa membedakan status sosial maupun kondisi ekonomi. Baginya, lapangan hijau adalah tempat setiap orang dapat berdiri sejajar sebagai sesama manusia.

Pengalaman Rimet sebagai tentara pada Perang Dunia I semakin menguatkan cita-citanya. Setelah menyaksikan begitu banyak penderitaan akibat perang, ia percaya bahwa bangsa-bangsa membutuhkan ruang untuk saling bertemu dalam semangat damai.

Dari keyakinan itulah lahir gagasan menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional yang mempertemukan negara-negara di dunia. Bukan untuk berperang, tetapi untuk bertanding dengan sportif.

Baca Juga :  Menghidupkan Kebijakan Baru Kemendikdasmen: Membangun Generasi Berkarakter di Flores

Kini, hampir satu abad kemudian, Piala Dunia telah menjadi peristiwa olahraga terbesar di dunia. Miliaran orang menyaksikannya, berbagai budaya saling bertemu, dan jutaan penggemar merayakan kebersamaan melalui sepak bola.

Di balik setiap pertandingan, kita diingatkan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan, membangun persahabatan, dan menumbuhkan harapan akan dunia yang lebih damai.

Namun, ketika kita menyandingkan visi suci Rimet dan ajaran Rerum Novarum dengan fenomena ‘baku olok’ fans di Indonesia hari ini, kita dihadapkan pada sebuah ironi yang menampar.

Jika Paus Leo XIII dan Jules Rimet memandang sepak bola sebagai alat untuk menegakkan martabat manusia dan menghapus sekat, maka baku olok yang berujung pada perundungan (bullying), ujaran kebencian, atau perpecahan antarkelompok adalah sebuah pengkhianatan terhadap ‘roh sepak bola’ itu sendiri.

Baca Juga :  Elemen Warga Manggarai Apresiasi Terobosan PT PAS dan PT PAF Indonesia Beroperasi di Indonesia Timur

Lapangan hijau yang seharusnya menjadi tempat di mana ‘setiap orang dapat berdiri sejajar’ (seperti semangat Red Star FC), kini sering kali ‘terbawa’ ke dalam ruang digital yang justru dipenuhi oleh sekat-sekat ego dan kesombongan.

Akan tetapi, kita juga tidak boleh pesimis. Semangat rivalitas dan ‘baku olok’ yang sehat sebenarnya adalah bukti bahwa sepak bola mampu menyentuh emosi terdalam manusia. Misi Rimet setelah Perang Dunia I adalah menciptakan ruang aman untuk menyalurkan konflik tanpa harus saling menghancurkan.

Berita Terkait

Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Jaga Konektivitas Masyarakat 3T, ASDP Siap Operasikan Kembali Layanan Perintis di NTT
Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Q One Club Bungkam Quen VBC 3-1
Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:12 WITA

Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:08 WITA

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:37 WITA

Turnamen Voli Soekarno Cup 1, GP VBC Menang Telak Atas Putra Nangapanda

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WITA

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:08 WITA

Opini

Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores

Senin, 20 Jul 2026 - 11:48 WITA