Ia mentyebutkan dengan bekerja di luar negeri maka dirinya bisa membuat orang tua bangga dan bisa membantu biaya bagi orang tua di kampung halaman.
Hal serupa juga disampaikan Indriani Saputri mahasiswi D3 Keperawatan semester IV lainnya yang memilih melanjutkan studi perguruan tinggi di Stikes Santa Elizabeth.
Putri sapaannya mengaku sejak kecil dirinya bercita-cita menjadi perawat dan di kampus ini tersedia banyak bantuan biaya kuliah sehingga bisa meringankan beban orang tuanya.
“Kita diberi akses dan dipermudah untuk mendapatkan keringanan biaya atau beasiswa. Yang utama tentunya adanya peluang bekerja ke luar negeri karena saya ingin sekali bisa bekerja di Jepang,” ucapnya.
Alfanturanus Agung mahasiswa D3 Keperawatan semester IV lainnya juga sependapat dan dirinya tertarik karena ada kuliah Bahasa Jepang sehingga mempermudah dirinya untuk bekerja ke Jepang nantinya.
Alfan dan para mahasiswa lainnya sejak tingkat satu sudah memilih untuk apakah mendalami Bahasa Jepang, Inggris atau Jerman sehingga mereka sudah sedikit memahami bahasa dari negeri Sakura ini.
“Kalau boleh jujur, kalau saya itu yang paling saya rasakan adalah rasa diperhatikan. Di sini kalau kita kurang dalam akademik, misalnya kita jarang ke sekolah, kita mulai malas-malasan ke kampus, dosen dan pihak kampus selalu datang untuk benar-benar pendekatan secara pribadi kepada mahasiswa,” ungkapnya.
Alfan mengakui dengan pendekatan yang dilakukan pihak kampus membuat mahasiswa akhirnya bisa bertahan dan juga semakin punya motivasi untuk melanjutkan kuliah.
Waktu perkuliahan di Stikes Santa Elisabet setiap hari Senin sampai Sabtu dimana hari Senin sampai Jumat dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore sedangkan hari Sabtu praktek.
Ketiga mahasiswi dan mahasiswa ini mengakui fasilitas perkuliahan di kampus ini lumayan bagus dan memadai sehingga sangat membantu mahasiswa dalam menempuh pendidikan.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










