Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila - FloresPos Net - Page 4

Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 20:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah ada pengendapan nilai-nilai ke-Bhinekaan Tunggal Ika yang diwariskan Soekarno ini, pikiranku terusik dengan pengalaman anak negeri ini yang begitu sulit mendapatkan izinan untuk membangun rumah, atau bahkan ada aksi tak terpuji oknum-oknum warga bangsa yang membakar atau merusakkan sarana-sarana ibadat agama tertentu.

Masih banyak pertanyaan menggelitik lainnya terlintas di benakku, termasuk bagaimana upaya mempolitisasi agama untuk tujuan politik tertentu atau menampakkan suara keagamaan untuk menjegal langkah-langkah anak negeri yang kian memberikan bukti melalui terobosan-terobosan positif memajukan  daerah, regional atau negeri ini.

Terkadang nalar keilmiahanku tak bisa membaca apa yang hendak dicapai ketika ada anak di negeri ini yang selalu mengagungkan kemayoritasannya, dan ingin menari ria di atas penderitaan kaum kecil-minoritas yang ganti hari ganti gemala penderitaannya.

Baca Juga :  Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Di tengah kacau kecewanya situasi ini, saya teringat suara lantang Santa Teresia, peraih nobel Perdamaian Dunia tahun 1978, yang menulis sebuah surat terbuka kepada Perdana Menteri India Morarji Desai tahun 1978, ketika Parlemen India membahas rancangan Undang-Undang  Kebebasan beragama.

Ibu Teresa menulis Agama bukanlah sesuatu yang Anda maupun saya dapat menjamahnya. Agama adalah pengabdian kepada Tuhan, dan karenanya merupakan urusan hati nurani. Saya sendiri yang mengambil keputusan  bagi diri saya sendiri, dan Anda bagi diri Anda, apa yang akan kita pilih.

Karena itu, tidak ada seorang pun, tidak ada undang-undang, dan tidak ada pemerintahan atau penguasa  yang berhak merintangi saya  atau memaksa saya dan siapa saja, apabila saya memilih untuk memeluk agama yang memberikan kepada saya perdamaian, kebahagiaan, dan cinta kasih.

Baca Juga :  Ambisi Kekuasaan Mengorbankan Nelayan: PPI Alok Tersingkir dari Rencana Nasional

Semoga suara lantang Santa Teresa ini menjadi suara lantang kita juga, apa pun latar belakang kita. Alangkah indah dan damainya suasana kebangsaan dan kenegaraan NKRI ini jika warganya mengaktualisasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan, terutama Pancasila dalam keseharian hidupnya.

Kiranya persaudaraan yang dibangun Bung Karno dan  sejumlah pastor yang bertugas di Ende saat masa pengasingan Presiden Pertama RI di Ende pada tahun 1934-1938 mengaromai dan menjadi spirit keseharian warga bangsa ini entah apa saja agama, suku, ras dan golongannya.

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA