“Kalau kami temukan ada penjualan lebih dari HET kami akan memberikan teguran bahkan sampai dikurangi kuotanya. Kalau masih melakukan kesalahan maka ijinnya akan dicabut,” terangnya.
Piter mengakui masyarakat ada yang melaporkan ada pangkalan yang menjual kepada pembeli yang berkeliling membeli minyak tanah menggunakan mobil pick up untuk di bawah ke luar Kota Maumere.
Untuk Kabupaten Sikka kata dia, terdapat dua agen penyalur minak tanah yakni PT. Bolawolon dan PT. Rofin Jaya.
Sementara pangkalan minyak tanah di Kabupaten Sikka berjumlah 578 pangkalan. Dari jumlah tersebut sebanyak 417 pangkalan minyak tanah berada di Kota Maumere.
Sementara sisanya tersebar di 16 kecamatan sedangkan 5 kecamatan yakni Waiblama, Tanawawo, Doreng, Mapitara dan Palue.
“Untuk di Kota Maumere sudah tidak diberikan lagi ijin mendirikan pangkalan minyak tanah. Kalau Pulau Palue memang agak susah sebab harus ada kapal khusus yang angkut kesana dan pengirimannya pun tergantung cuaca,” ungkapnya.
Piter mengaku bila menemukan pangkalan yang nakal menjual di atas HET dan menjual ke warga di luar wilayahnya maka akan dikenakan sanksi berupa pengurangan kuota bahkan mencabut ijinnya.
Ia menyebutkan setiap pangkalan minyak tanah diberikan kuota 5 ribu liter maksimalnya dan ada beberapa pangkalan yang katanya sudah dikurangi karena ditemukan kecurangan.
“Di belakang Toko Bogadarma kita temukan ada 9 sampai 9 pangkalan minyak tanah. Bahkan kita temukan satu kepala keluarga bisa memiliki 2 sampai 3 pangkalan minyak tanah,” ucapnya.
Piter tidak memungkiri di Kota Maumere pangkalan minyak tanah letaknya berdekatan padahal sesuai syarat mendirikan satu pangkalan harus terdapat 200 kepala keluarga.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










