MAUMERE, FLORESPOS.net-Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), di tahun 2026 sebanyak 111.826 KK. Sedangkan kuota minyak 9.574 kiloliter atau 9.574.000 liter dalam setahun.
Bila kuota minyak tanah dibagikan dengan jumlah kepala keluarga di Kabupaten Sikka maka dalam setahun satu kepala keluarga akan mendapatkan jatah minyak tanah 85,61 liter atau sebulan hanya dapat 7.13 liter.
“Makanya tidak cukup sehingga minyak tanah sering langka. Apalagi saat musim hujan orang banyak pakai minyak tanah untuk memasak karena tidak bisa pakai kayu bakar,” sebut Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka, Petrus Piter, Selasa (17/3/2026).
Piter membenarkan bila melihat data yang ada maka kuota minyak tanah untuk masyarakat Kabupaten Sikka perlu ditambah dan hal ini sedang dibahas karena pemerintah pusat juga sedang mendorong penggunaan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas).
Dia menambahkan, kondisi ini diperparah dengan penjual eceran yang membeli dalam jumlah banyak di pangkalan minyak tanah dan menjualnya kembali dengan harga mahal.
Bahkan kata dia, masyarakat sering melaporkan ada pangkalan yang menjual minyak tanah melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp4 ribu per liternya dan ada beberapa pangkalan yang mereka temukan dalam kasus ini.
Ia mengakui pihaknya membentuk tim untuk pengendalian penjualan minyak tanah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan.
“Tim turun untuk mengendalikan dan memang kami juga menemukan di pangkalan dijual di atas harga eceran yakni Rp4.500, Rp.5000 bahkan lebih.Padahal sesuai SK Bupati Sikka Nomor 215 Tahun 2013 HET minyak tanah satu liternya Rp4.500,” ungkapnya.
Piter mengakui harga tersebut kalau dilihat memang sudah tidak sesuai karena sudah lebih dari 10 tahun SK Bupati Sikka diterbitkan namun pangkalan membeli dari agen sebesar Rp.3.500 per liternya.
Ia beralasan pangkalan menerima di tempat sehingga tidak mengeluarkan biaya lagi untuk pengangkutan sehingga masih untung Rp500 per liternya namun masih ada yang menjualnya lebih mahal.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










