Satu Kepala Keluarga di Kabupaten Sikka Hanya Dapat Jatah 7 Liter Minyak Tanah dalam Sebulan - FloresPos Net

Satu Kepala Keluarga di Kabupaten Sikka Hanya Dapat Jatah 7 Liter Minyak Tanah dalam Sebulan

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), di tahun 2026 sebanyak 111.826 KK. Sedangkan kuota minyak 9.574 kiloliter atau 9.574.000 liter dalam setahun.

Bila kuota minyak tanah dibagikan dengan jumlah kepala keluarga di Kabupaten Sikka maka dalam setahun satu kepala keluarga akan mendapatkan jatah minyak tanah 85,61 liter atau sebulan hanya dapat 7.13 liter.

“Makanya tidak cukup sehingga minyak tanah sering langka. Apalagi saat musim hujan orang banyak pakai minyak tanah untuk memasak karena tidak bisa pakai kayu bakar,” sebut Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka, Petrus Piter, Selasa (17/3/2026).

Piter membenarkan bila melihat data yang ada maka kuota minyak tanah untuk masyarakat Kabupaten Sikka perlu ditambah dan hal ini sedang dibahas karena pemerintah pusat juga sedang mendorong penggunaan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas).

Baca Juga :  Awal Tahun 2024, Kasus DBD di Nagekeo Capai 24 Kasus

Dia menambahkan, kondisi ini diperparah dengan penjual eceran yang membeli dalam jumlah banyak di pangkalan minyak tanah dan menjualnya kembali dengan harga mahal.

Bahkan kata dia, masyarakat sering melaporkan ada pangkalan yang menjual minyak tanah melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp4 ribu per liternya dan ada beberapa pangkalan yang mereka temukan dalam kasus ini.

Ia mengakui pihaknya membentuk tim untuk pengendalian penjualan minyak tanah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga :  38 Siswa SMKN 2 Maumere Ikuti Diklat Basic  Safety  Training Selama Satu Pekan

“Tim turun untuk mengendalikan dan memang kami juga menemukan di pangkalan dijual di atas harga eceran yakni Rp4.500, Rp.5000 bahkan lebih.Padahal sesuai SK Bupati Sikka Nomor 215 Tahun 2013 HET minyak tanah satu liternya Rp4.500,” ungkapnya.

Piter mengakui harga tersebut kalau dilihat memang sudah tidak sesuai karena sudah lebih dari 10 tahun SK Bupati Sikka diterbitkan namun pangkalan membeli dari agen sebesar Rp.3.500 per liternya.

Ia beralasan pangkalan menerima di tempat sehingga tidak mengeluarkan biaya lagi untuk pengangkutan sehingga masih untung Rp500 per liternya namun masih ada yang menjualnya lebih mahal.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gempa Flores, Warga Aeramo dan Towak di Nagekeo yang Mengungsi Belum Dapat Bantuan Makanan
Dampak Gempa Flores Wamenkes Sebut 19 Puskesmas Rusak Berat dan Tidak Beroperasi
Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan
Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak
Merdeka di Tanah Bergetar
Stok Makanan Semakin Menipis, Warga Towak dan Aeramo-Nagekeo Mulai Panik
Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende
Dampak Gempa Flores, Seluruh Rangkaian Kegiatan HUT RI di Sikka Dibatalkan
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Gempa Flores, Warga Aeramo dan Towak di Nagekeo yang Mengungsi Belum Dapat Bantuan Makanan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Dampak Gempa Flores Wamenkes Sebut 19 Puskesmas Rusak Berat dan Tidak Beroperasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Momen Haru Gempa Flores: Uskup Agung Ende Berlutut di Tengah Pengungsi Lintas Agama, Simbol Kebangkitan Melalui Kemanusiaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Update Dampak Bencana Gempa di Ende, Dua Korban Jiwa dan Ratusan Bangunan Rusak

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Merdeka di Tanah Bergetar

Berita Terbaru

Suasana Apel Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di RT 15 Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT. Foto: Istimewa

Nusa Bunga

Merdeka di Tanah Bergetar

Senin, 17 Agu 2026 - 10:50 WITA