Uskup Sensi Dalam Kenangan AWK: Gembala, Guru dan Orangtua - FloresPos Net

Uskup Sensi Dalam Kenangan AWK: Gembala, Guru dan Orangtua

- Jurnalis

Rabu, 22 November 2023 - 17:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Berpulangnya Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota meninggalkan duka yang mendalam bagi umat di Keuskupan Agung Ende. Uskup Sensi bukan saja sekadar gembala umat di Keuskupan Agung Ende tetapi sosok yang juga sebagai guru dan orangtua.

Senator asal NTT, Angelius Wake Kako (AWK) kepada Florespos.net, Rabu (22/11/2023) menceritakan kenangannya bersama sang gembala sejak masih kuliah, Anggota PMKRI hingga menjabat sebagai anggota DPD RI.

Salah satu orang muda yang cukup dekat dengan Uskup Sensi ini mengatakan dimatanya Uskup Sensi bukan sekadar sang gembala tetapi seorang guru dan orangtua.

Uskup Sensi selalu  memberikan pokok pikirannya di tengah situasi pelik baik dalam konteks lokal maupun nasional. Selalu memberikan motivasi dan penguatan untuk berjuang demi orang kecil dan konsisten sebagai kader yang militan.

“Secara pribadi, bagi saya Mgr Sensi selain sebagai gembala umat di Keuskupan Agung Ende, juga sebagai guru dan orangtua. Beliau selalu memberikan solusi ditengah situasi pelik baik di Ende maupun konteks nasional saat diskusi dengannya,” kata AWK.

AWK mengatakan dirinya dekat dan bersama Uskup Sensi sejak tahun 2008 saat baru bergabung menjadi anggota PMKRI Ende.

Baca Juga :  432 Siswa Baru SMAK Syuradikara Ikut MPLS, Binmas Polres Ende Berikan Pembekalan Bullying dan Narkoba

Saat itu AWK berdiskusi dan meminta pikiran dari Uskup Sensi terkait masalah sosial kemasyarakatan dan lingkungan.

Salah satu kesannya kala itu saat dirinya meminta Uskup Sensi memberikan penguatan agar konsisten melawan kebijakan pemerintah yang merusak lingkungan yaitu tambang pasir besi di Ende. Dan saat itu perjuangan bersama itu berhasil.

Komunikasi dan diskusi dengan Mgr Sensi Potokota lebih intes saat dirinya terpilih dan menahkodai PMKRI pusat. Kala itu Uskup Sensi juga menjabat sebagai ketua komisi Kerawam KWI periode 2015 -2022.

AWK juga mengakui  Uskup Sensi sangat berperan baginya saat mengambil keputusan untuk berangkat ke Jakarta dan bertarung ke PMKRI pusat.

“Komunikasi saya dengan bapak Uskup Sensi lebih intens ketika saya ketua PMKRI pusat. Saya lebih sering berdiskusi dengannya tentang isu nasional dan dinamika kebangsaan,” katanya.

Hingga pada tahun 2016, kata AWK ketika dirinya mengambil langkah berani melakukan perlawanan dengan melaporkan Risieq Shihab dan setelah itu ia mendapatkan banyak tantangan dan teror. Saat itu Uskup Sensi adalah uskup pertama yang meneleponnya dan memberikan penguatan.

“Uskup Sensi adalah uskup pertama yang menelepon memberikan penguatan dan itu menjadi motivasi bagi saya dan saya merasakan gereja hadir,” kenang AWK.

Baca Juga :  Pelaku Pemukulan ODGJ di Ende Diancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Baginya Uskup Sensi juga adalah orangtua yang selalu memberikan nasihat di setiap kesempatan bertemu atau via telpon. Uskup Sensi adalah orangtua yang selalu berpesan tentang masa depan dan harapan hidup kaum kecil.

“Bagi saya uskup adalah orangtua yang selalu memberikan nasihat dan saat saya nikah uskup Sensi yang berkat. Saat uskup Sensi dirawat di Semarang dan Jakarta saya selalu berkunjung melihat kondisinya”.

Anggota DPD RI dari NTT ini juga masih memegang pesan – pesan sang gembala kepada dirinya saat menjadi ketua PMKRI pusat dan saat dilantik jadi Senator.

AWK mengatakan  pesan kepadanya itu adalah menjadi kader yang militan itu harus lahir dari keterbatasan bukan kemewahan karena itu adalah bagian dari pembinaan dan pembentukan karakter.

Jangan berhenti mengunjungi orang- orang kecil dan orang- orang yang terlibat dalam perjuangan ditengah keterbatasan waktumu dalam pelayanan.

“Pesan itu saya masih ingat, saya pegang dan saya lakukan dalam pelayanan. Terima kasih yang mulia, selamat jalan dan bahagia di keabadian”. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital
Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’
History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1
Pulihkan Populasi Pisang Kepok, Butuh Gerakan Seluruh Flores
Nando Watu Serahkan Beasiswa PIP Aspirasi AHP untuk 30 SDK Marsudirini Detusoko- Ende
Tingkatkan Penemuan Kasus TBC, Tim Peneliti Dosen Prodi Keperawatan Ende Latih Kader Kesehatan di Wolowaru
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:43 WITA

Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WITA

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:02 WITA

Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:55 WITA

Pulihkan Populasi Pisang Kepok, Butuh Gerakan Seluruh Flores

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA

Nusa Bunga

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:50 WITA