MAUMERE, FLORESPOS.net-Tenaga Ahli Menteri Sosial Budi Prasetyo Hadi menyatakan dukungan Kementerian Sosial terhadap program pendidikan dari Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago termasuk target satu keluarga satu sarjana.
Hal itu disampaikan Budi saat penyerahan bantuan sosial kepada kelompok rentan yang dilaksanakan di Pelataran Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026).
“Bupati pasti punya program terkait pendidikan, pastikan satu keluarga satu sarjana. Kami berharap bisa membantu Bupati Sikka melalui Kementerian Sosial untuk mencapai target tersebut dan ini semua untuk warga,” sebut Budi.
Budi menambahkan, usai penyerahan bantuan, pihaknya akan rapat koordinasi untuk memastikan anak-anak yang membutuhkan Sekolah Rakyat dapat segera terdata.
Dirinya juga mengatakan nantinya langsung dilakukan asesmente dan formulir asesmentnya sudah ada dan akan diserahkan ke Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka untuk ditindaklanjuti.
Menurut Budi, menjaring 1.000 calon siswa Sekolah Rakyat tidak mudah karena faktor jarak dan kesiapan orang tua dan mengibaratkan sistem asrama Sekolah Rakyat seperti di seminari.
“Mungkin ada yang jauh, 2 jam perjalanan, bahkan di wilayah perbatasan. Apakah orang tua ikhlas anaknya berasrama?. Ini yang harus kita pastikan. Anak-anaknya ada di asrama. Banyak calon pastor, mudah-mudahan tidak ada yang mundur karena kita kekurangan pastor,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas juga menyampaikan penyaluran bantuan ini merupakan hasil perjuangan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
“Semua bantuan ini teruntuk Bapak Ibu dan para pelajar penerima manfaat di Kabupaten Sikka,” tegasnya.
Bantuan yang disalurkan oleh Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor terdiri dari 110 unit kursi roda bagi penyandang disabilitas, lansia, dan anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian dengan total nilai Rp285.270.000.
Sementara dari Sentra Efata Kupang berupa 110 paket bantuan nutrisi untuk pemenuhan gizi kelompok rentan dan bantuan pemberdayaan usaha ternak kambing bagi 30 penyandang disabilitas dengan total anggaran Rp165.843.000.
Sedangkan bantuan pendidikan berupa perlengkapan pendidikan bagi 72 anak korban bencana di Tanawawo. Rinciannya 52 siswa SMPN 48 Gaikiu dan 20 siswa SMPN 49 Tuwa yang masing-masing menerima Rp1 juta sehingga totalnya Rp 72 juta. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










